New Featured Posts

Recent Posts

Sejarah Madinah Sebelum Hijrah


Sejarah berdirinya kota Madinah mengarah kepada masa sekitar 1.600 tahun yang lalu sebelum hijrah, Kabilah Arab telah paham akan bahasa Arab, sebagaimana bahasa arab ditemukan dalam sejarah mereka. Penetapan tahun tersebut berrdasarkan penemuan kata Yatsrib dalam buku sejarah Yunani kuno.

Abu Qasim az-Zujazi menyebutkan Yatsrib adalah Madinah kota Rasulullah SAW, disebut Yatsrib kerena orang pertama yang tinggal di Yatsrib pasca perpecahan orang yang bernama Yatsrib bin Qaniyah bin Mahlail bin Imri bin Abil bin Imri bin Sam bin Nuh. Ketika Rasulullah SAW masuk ke Yatsrib, beliau mengganti nama Yatsrib tersebut dengan Thaibah dan Thabah, maksud tersebut karena Rasulullah SAW tidak suka dengan nama Yatsrib.

Sejarah Madinah Sebelum Hijrah

Makna kata Yatsrib tedapat dalam beberapa kitab kerajaan Minean, kata ini juga di cantumkan di beberapa kota yang di huni bangsa kerajaan Minean. Kerajaan Minean merupakan bagian dari Yaman, periode pada tahun 1300-600 Sebelum Masehi. Pada masa kejayaan dan penyebarannya Minean menyebar hingga ke kawasan Hijaz serta Palestina. Ketika keerajaan Minean lemah maka di bentuklah kelompok pemukiman unjtuk melindungi jalur perdagangan menuju utara yakni yang melintasi jalur Yatsrib.

Perkiraan sejarah tersebut sesuai dengan sejarah keberadaan suku Amaliq dan peperangan mereka dengan kelompok Bani Israil di utara Jazirah Arab. Sejak kota Yatsrib berdiri, penduduknya bergantian, kota ini juga pernah di huni oleh beberapa suku atau golongan diantaranya suku Amaliq, suku Minean, sebagian kabilah Yahudi, sampai kabilah Aus dfan Kharaj. Dua kabilah tersebut merupakan kabilah yang pernah di landa krisis air, mereka datang dari kerajaan Saba setelah runtuhnya bendungan Ma’rib. Sesampainya di kota Yatsrib mereka menetap, sebelumnya di tempati oleh kabilah Yahudi seperti bani Qainuqa, bani Nahdir sertya bani Quraizhah.

Setelah kedua kabilah serta kaum Yahudi menetap di kota Yatsrib, keduanyapun membuat perjanjian untuk hidup damai dan rukun, serta akan sama-sama membela Yatsrib untuk melwan penjajah. Namun perjanjian dan sumpah tersebut hanya bertahan beberapa saat saja. Ketika perkembangan kabilah Aus dan Kharaz bertambah, dan harta kekayaan kabilah tersebut semaikin bertambah maka orang-orang yahudi meras khawatir terhadap perkembangan tersebut.

Kaum Yahudipun merencanakan strategi agar kedua kabilah ini berselisih dan berpisah, merekapun berhasil mengadu dombakan kabilah Aus dan Kharaz, api peperangan menyala diantara kedua kabilah ini dan berlansung selama kurang lebih 120 tahun. Rasulullah SAW khawatir melihat perselisihan tersebut dan beliaupun menyelesaikan perselisihannya dengan cara yang tenang serta di penuhi rasa sabar, sehingga berdirlah kota Yatsrib atau Madinah sampai saat ini yang kita ketahui.





RumahAllah.com → Thursday, April 17, 2014 → No Comment

Meminta Perlidungan di Multazam


Multazam berarti suatu tempat untuk berdo’a dan meminta perlindungan dari Allah SWT, dengan demikian karena multazam senantiasa dijadikan sebagai tempat berdo’a setiap jemaah haji maupun umrah. Multazam berada diantara Hajar Aswad serta hampir berdekatan dengan pintu ka’bah. Panjang multazam sekitar dua meter.

Meminta Perlindungan di Multazam

Menurut sebagian ulama, setiap para jemaah yang melakukan thawaf boleh berhenti di Multazam, Syaikh Islam Ibnu Taimiyah mengatakan “Do’a yang diucapkan saat hujan turun, perang bercamuk. Adzan, setelah shalat, sujud, berpuasa, bepergian, dan saat dianiaya akan mudah terkabul ". Semua ini berdasarkan hadist dari Shahin beserta Sunan. Dengan demikian do’a seseorang akan dikabulkan jika dipanjatkan dari Masyair Muqaddas yakni tempat-tempat yang suci seperti Arafah, Muzdalifah, Mina dan tempat lain yang berada di kota Mekkah.

Jika para jemaaah berkunjung ke multazam yang terletak antara hajar aswad dan pintu ka’bah maka segeralah memanjatkan do’a, meminta ampunan kepada Allah SWT. Hal tersebut sebaiknya dilakukan sebelum melaksanakan thawaf wada, namun pada awalnya berdo’a di Multazam tidak harus dilakukan saat thawaf wada atau thawaf yang lainnya. Tetapi bisa dilkukan kapan saja.

Berdo’a dengan hati yang tulus di Multazam merupakan hal yang mustajab dengan ketentuan serta izin dari Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda” Multazam adalah tempat berdo’a yang paling mustajab, tidak seorangpun hamba Allah yang berdo’a ini tanpa terkabul permintaannya”. Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada Nabi Adam yang bunyinya” Wahai Adam kau telah berdo’a dengan beberapa keinginan serta permintaan. Dan siapapun dari anak-anakmu yang memanjtakan do’a, pasti aku hilangkan keserakahan dan kesedihanya”.

Selain Multazam Masjidil Haram juga merupakan tempat yang mustajab untuk berdo’a, semuanya di kembalikan lagi kepada kita antara sungguh-sungguh atau tidak dalam memanjatkan do’anya. Dimanapun jemaah berdo’a dalam kawasan Masjidil Haram, dan tidak membuat dosa serta maksiat maka Allah akan mengabulkan segala permintaaan umatnya.

Kita sebagai umat muslilm wajib meyakini bahwa setiap do’a yang dipanjatkan kehadirat Allah SWT akan dikabulkan namun cepat atau lambatnya do’a kita semuanya dikembalikan lagi atas kehendak Dzat Yang Maha Kuasa, sebagaimana Allah berjanji dalam al-Qur’an “Berdoa’alah kepadaku, niscaya aku kabulkan “. Berdo’a yang baik tentu sangat sulit semuanya dikembalikan kepada masing-masing hati nurani dan niat dalam meminta pertolongan ataupun memohon ampun kepada Allah SWT.
RumahAllah.com → Wednesday, April 16, 2014 → No Comment

Masyair Muqaddas

Masyair Muquddas ialah tempat-tempat yang suci seperti kawasan Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Para jemaah haji datang dari berbagai penjuru dunia yang bertemu di beberapa tempat suci tersebut. Meraih berbagai hikmah yang sempurna serta keagungan dari Allah SWT, diantaranya nilai persatuan dan kesamaan Allah SWT dan berfirman” Serulah manusia untuk mengerjaakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS,al-Hajj 22:27).

Orang yang melaksanakan haji ataupun berihram karena niat menjalankan rukun islam, mempunyai berbagai keinginan seperti melihat tempat yang suci, berthawaf di Baitullah serta mengunjungi bukit Shafa dan Marwa. Tempat yang suci merupakan tempat yang tepat untuk mndekatkan diri kepada dzat Yangg Maha Kuasa dengan memperbanyak dzikir, bertalbiyah, bertakbir dan memanjatkan do’a masing-masing keinginannya, semata-mata mencari ridho Allah SWT.

Masyair Muqaddas

Apabila segala amalan dilakukan dengan niat setulus hati dengan cara yang khusu serta dalam keadaan rendah diri dan ketundukan kepada Allah SWT maka akan menghasilkan pengaruh sepanjang hidupnya dan bisa tercermin dalam nikmatnya beribadah di tanah yang suci.

Di berbagai tempat suci yang berada di tanah Arab Saudi ini memberikan gambaran bahwa setiap suku bangsa maupun ras umat muslim semuanya sama di mata Allah SWT, baik dari kulit putih maupun hitam semunya akan sama. Sebab syariat ihram mengharuskan semua orang yang melaksanakan haji maupun umrah untuk mengenakan seluruh pakaian yang bisa digunakan digantikan dengan kain berwarna putih, pakaian yang tidak dicampuri dengan jahitan yang serupa dengan kain kafan.

Tempat-tempat yang selalu didambakanoleh setiap umat muslim dan yang pantas adalah sebagian kota Mekkah al-Mukaramah dan beberapa Masyaril Muqaddas. Tempat tersebut telah diberikan rahmat keberkahan, kemuliaan, serta di jadikan tempat yang utama oleh Allah SWT. Kepentingan besar mengenai lokasi temat suci tersebut, dari sudut sejarah umat manusia secara umum karena Mekkah merupakan tempat bagian yang besar sejarah umat manusia yang mayoritasnya berkaitan dengan ka’bah. Karena itulah sepantasnya bagi setiap umat muslim untuk mengetahui tentang ketentuan haji dan umrah dan begitu juga dalam hal beribadah.

Semua jemaah yang berada di tanah suci atau Masyair Muqaddas akan bersama-sama mengumandangkan talbiyah dengan suatu semangat memenuhi panggilan Allah SWT, mengagungkan syiarnya serta tidak ada bedanya antara pemimpin dan yang dipimpin, antara memerinatah dan yang diperintah, antara kulit putih dan hitaam terkecuali dengan ketaqwaan mereka yang menjalankan ibadah haji ataupun umrah dengan penuh kekhusyuan dan meminta ampunan kepada Allah SWT.



RumahAllah.com → → No Comment

Tanda Haji Yang Mabrur

Melaksanakan ibadah haji merupakan dambaan setiap kaum muslimin, menjadi haji yang mabrur yakni menjadi haji yang syah dan diterima oleh Allah SWT, bisa dikatakan syah atau mabrur yakni menjalani setiap rukun-rukunnya dan menjauhi segala larangannya ketika sedang melaksanakan ibadah haji.

Tanda Haji Yang Mabrur

Untuk membedakan haji seseorang mabrur atau tidaknya, maka Allah SWT lah yang maha mengetahui dan meridhainya, oleh karena itu tidak semua orang yang hajinya mabrur terkecuali orang-orang yang khusu menjalankan ibadahnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ada ciri-ciri haji yang mabrur yang sesuai keterangan dalam al-qur’an namun tidak bisa memberi kepastian mabrur atau tidaaknya seseorang tersebut.

Ciri-ciri haji yang mabrur tersebut dapat dijadikan pedoman, diantaranya harta yang dipakai untuk pergi berhaji harus harta atau rizki yang halal, sebagaimana sabda Nabi SAW “Sungguh Allah baik, dan tidak menerima yang baik”. Maksudnya Allah SWT akan menerima haji seseorang jikalau rizki atau hartanya diperoleh dari cara yang halal. Selain itu niat seseorang hendak pergi berhaji bulatkanlah karena Allah untuk menjalankan rukun islam yang kelima, bukan semata-mata ingin mencari gelar dalam sebuah nama dan ingin dapat pujian dari orang lain di sekitarnya.

Sebagian besar umat muslim, khususnya di Indonesia dalam merencanakan hendak pergi berhaji tentunya tidak lepas dari dana tabungan, simpanan, ataupun asset yang berharga dan ada sangkut pautnya dengan bank tertentu, oleh karean itu berwaspadalah dalam memperoleh cara yang halal karena ibadah bukan semata-mata berdo’a saja akan tetapi asal muasal mencari sesuatu yang halal juga sangat berpengaruh.

Perbuatan dan amalan yang baik yakni menjalankan segala kewajiban dan melakukan perbuatan sunah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Allah SWT yang menentukan segala amal perbuatan kita, yang penting sebagai umat Nya kita dapat menjalankan perintahnya dan menjauhi setiap apa-apa yang dilrang dan di haramkan Nya. Jikalau seseorang merasa optimis dalam beribadah yang khusu maka berharaplah kepada Allah SWT agar disetiap perbuatan ibadah wajib maupun dalam menjalankan rukun-rukun islam dapat memperoleh keridhoan Allah SWT dan diterima menjadi Haji yang mabrur, serta dapat mempertanggung jawabkan segala amalan baik ilmu akhirat maupun dunia bisa dipergunakan sebagai jalan ibadah di jalan Allah SWT.





RumahAllah.com → → No Comment

Sunah Berihram

Sunah adalah mengikuti setiap perbuatan dan tingkah laku Rasulullah SAW, khusunya dalam beribadah kepada Allah SWT, oleh karena itu dalam melakukan irhram ketika beribadah haji merupakan sunah yang menjadikan selendang pada kedua pundak antata kedua ujungnya didada. Namun jika seseorang ingin melaksanakan thawaf Qudum maka harus menjadikan antara tengah selendangnya di ketika kanan dan kedua ujung selendang dipundaknya dibagian yang kanan.

Ketika seseorang jemaah haji atau umrah datang ke tanah suci Mekkah, maka harus memindahkan selendangnya serta dijadikan di kedua pundaknya. Setelah itu harus melakuakn shalat thawaf sebanyak dua rakaat, aturan ini sudah dilakukan pada zaman Rasulullah SAW.
.
Sunah Berihram

Sunah yang sesuai nabi SAW yakni menutupi kedua pundak dengan selendang ketika melakukan ihram serta thawaf qudum. Dan jika seseorang meletakkan selendangnya tidak menutup kedua pundaknya pada waktu dia duduk atau ketika makan dan ketika berbincang-bincang bersama kawan-kawannya maka tidak menjadi masalah. Namun yang sesuai sunnah jika dia memakai selendang maka dengan menutup kedua pundak dan ujung-ujung selendang harus berada pada dadanya.

Andaikan seseorang tidak mampu memakai pakaian ihram, maka harus memakai pakaian yang bisa menutupi aurat serta diwajibkan membayra kifarat, menbayar kifarat tersebut boleh dengan menyembelih seekor kambing, dan dibagikan kepada orang yang berhak menerimanya yakni orang-oran fakir dan miskin. Serta sebagian ulama mengatakan harus menjalankan sesuai ketentuan yakni mencukur sebagian rambut yang sebagaimana dijelaskan dalam al-Qu'ran "Artinya : Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu sakit atau ada ganguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu ; berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban" (Al-Baqarah : 196).

Rasulullah SAW memaparkan , bahwa berpuasa harus tiga hari, dan sedekah yakni memberi makan sebanyak enam orang miskin masing-masing orang miskin setengah, dan berkurban yakni dengan menyembelih seekor kambing.

Bagi orang yang pergi ke Mekkah untuk haji atau umrah yakni ihram dari miqat yang dilewatinya dan tidak boleh melewati miqat tersebut tanpa ihram. Sebab ketika Nabi SAW menjelaskan beberapa miqat, beliau Rasulullah SAW bersabda yang “Artinya : Tempat-tempat miqat ini adalah bagi penduduknya dan bagi orang-orang yang melewatinya dari mereka yang bukan penduduknya, yaitu bagi orang yang ingin haji dan umrah. Dan barangsiapa yang tempat tinggalnya lebih dekat ke Mekkah daripada tempat-tempat miqat tersebut maka dia ihram dari tempat ia berada, hingga bagi pendukuk Mekkah, maka mereka berihram dari Mekkah”.
RumahAllah.com → Tuesday, April 15, 2014 → No Comment

Masjid as-Sajdah (as-Syukr)


Masjid as-Sajdah berjarak 900 meter dari utara Masjd Nabawi, Masjid ini memilki banyak nama, diantaranya Masjid as-Syukr. Dinamakan demikian karena Rasulullah SAW pernah bersujud syukur di tempat itu ketiak mendap[at kabar gembira dari malaikat Jibril, bahwa Allah SWT akan memberiakn rahmat serta keselamatan kepada orang yang mengucaokan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW. Hal tersebut disebutkan dalam hadist Masyhur yang diriwayatkan dari Adurahman bun Auf.

Sekarang masjid tersebut terkenal dengan nama Masjid Abu Dzar, akan tetapi penelitiu sejarah kota Madinah Dr. Tanudhab mengungkapkan bahwa penamaan masjid yang terletak di jalan Abu Dzar ini dengan nama Masjid Abu Dzar merupakan kesalahan yang fatal, karena nama masjid itu sebenarnya yakni masjid as-Sajdah atau as-Syukr. Dengan dinamakan demikian karena Rasulullah SAW pernah bersujud lama saat shalat di masjid ini hingga sebagian sahabat menyangka beliau tekah wafat.

Masjid as-Sajdah

Melihat pentingnya sejarah, masjid tersebut dipugar luas dengan gaya arsitektur modern pada masa kerajaan Arab Saudi, luasnya mencapai kurang lebih182,2 m. Serta pada pilarnya terdapat menara yang indah, di masjid tersebut selalu ramai untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu.

Al ala bin Abdurahman meriwayatkan dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda “Seseorang yang bershalawat kepadakuy sekali, Allah SWT akan bershalawat kepadanya sepulu kali”. Serta Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan Ibnu Asakir, dari Sa’id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Atha’ bin Yasar. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Adi dan al-Kathib di dalam kitab Tarikh-nya, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa al-Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Mata tombak kami lebih tajam daripada tombakmu, lidah kami lebih lancar daripada lidahmu, dan anak buah kami lebih banyak daripada anak buahmu.” ‘Ali menjawab: “Tutup mulutmu. Sesungguhnya engkau orang fasik.” Ayat ini (as-Sajdah: 18) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menegaskan bahwa orang fasik tidak sama dengan orang Mukmin.

Riwayat lain juga mengungkapkan Dari al-Bazzar yang bersumber dari Bilal. Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu ‘Abdullah bin Syabib. Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai isya. Maka turunlah ayat ini (as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.
RumahAllah.com → → No Comment

Keunggulan Kaum Quraisy


Allah SWT telah memberi beberapa keitimewaan kepada kaum Quraisy yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelum maupun sesudahnya. Allah memberi keunggulan kepada kaum Quraisy karena Rasulullah SAW berasal dari kalangan mereka, kenabian muncul di tengah mereka, penjagaaan Ka’bah ada di tangan mereka merupakan pelayanan Ka’bah dan pengaturan pemeliharaannya untuk orang yang memegang kuncinya.

Quraisy merupakan nama sebuah kabilah atau suku, mereka adalah anak keturunan an-Nahdhir bin Kinanah. Semuan keturunan bani nahdir merupakan orang-orang yang berasla dari Quraisy, tetapi tidak bagi keturunan bani kinanah. Pendapat lain mengatakan bahwa orang quraisy adalah anak keturuna Fihr bin Malik bin an-Nahdir. Oleh karenannya, orang yang tidak terlahir dari keturunan Fihr bukanlah kaum Quraisy.Pendapat yang paling shahih dan lebih tepat yakni quraisy merupakan kembali berkumpul setelah tercerai berai, kata at-taqrisy artinya berkumpul dan bersatu, hal tersebut dikutip dari ucapan seorang penyair “Saudara-saudara kami telah mengumpulkan dosa-dosa pada kami yakni pada masa sekarang dan pada masa lampau”.

Keunggulan Kaum Quraisy

Allah SWT telah memberi kelebihan kepada kaum Quraisy yang tidak diberikan kepada seoarng pun sebelum maupun sesudahnya, Allah ,memberi keunggulan kepada kaum quraisy karena berasal dari kalangan mereka, bahwa kenabian muncul di tengah mereka, penjagaan ka’bah dan pengaturan pemeliharaannya untuk orang yang memegang kuncinya.

Pertama kali kunci ka’bah di pegang Bani Abduddar kemudian beralih kepada Bani syaibah berdasarkan dari Rasulullah SAW. Setelah itu urusan tersebut dipegang oleh Alu al-Abbas, baik masa dan sesuidah islam datang. Nasab sadanah Ka’bah yang mulia sekarang ini berakhir sampai sahabat Syaibah bin Utsman bin Abi Thalhah Radhiallahu Anhu. Ia telah masuk Islam pada Fathul Makkah. Ini menurut riwayat yang paling shahîh. Ia mempunyai keutamaan shuhbah (menemani Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ) dan periwayatan hadist dari Rasulullah SAW. Mereka adalah tempat penghormatan dan pemuliaan sebagaimana riwayat-riwayat yang menunjukkan tentang hak-hak mereka. Mereka senantiasa dimuliakan dan dihormati oleh para penguasa muslim secara umum. Keberadaan mereka senantiasa menjadi bagian dari mukjizat Nabi SAW yang memberitakan kepada ummatnya tentang hal itu dengan perkataan Nabi SAW.

Kisah perpindahan kunci Ka’bah diceritakan oleh Nizar Asy-Syayyi: “Sadanah beralih ke tangan kami sejak masa kakek kami yakni kushai dan berpindah di antara anak-anaknya Abdiddar yang dia mempunyai 5 anak laki-laki. Dia tidak keluar pada musim dingin dan musim panas, lalu saudara-saudaranya mencelanya karena hal itu. Ketika bapaknya (Kushai) mendengar celaan mereka ia berkata: “Demi Allah, aku akan memprioritaskan kamu daripada mereka.” Lalu bapaknya tersebut memberinya hak memberi minum (para pengunjung) Ka’bah, kepengurusan sadanah, kepemimpinan dan musyawarah, pertolongan dan bendera perang. Ketika saudara-saudaranya datang mereka berkata kepadanya: “Sesungguhnya engkau telah mengambil semua kemuliaan dan engkau tidak meninggalkan sedikitpun untuk kami.” Lalu dia berkata: “Ambillah semuanya, kecuali sadanah (juru kunci ka’bah) dan kepemimpinan yang mana dia adalah pemimpin Quraisy.

RumahAllah.com → → No Comment

Keistimewaan Hari Arafah


Keistimewaan Arafah terdapat dalam sebah Hadits Rasulullah SAW ”Jika hari Arafah tiba, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman kepada para malaikat, Lihatkan kepada para hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dengan bersusah payah, mereka datang dari berbagai penjuru yang jauh. Saksikanlah. Bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka. Para Malaikat berkata, Wahai Tuhanku, (di antara manusia itu) ada lelaki yang senantiasa menyucikanmu, mengagungkanmu, dan lain sebagainya. Allah SWT berfirman, Aku telah ampuni dosa-dosa mereka. Rasulullah SAW bersabda, Maka sungguh tiada hari yang lebih besar pembebasannya dari api neraka daripada hari Arafah.” (HR Ibnu Huzaimah).

Keistimewaan Hari Arafah
 Arafah mempunayi makna, yaitu perkenalan sebab di tempat inilah manusia pertama yang diciptakan, yakni nabi Adam as, bisa bertemu lagi dengan perempuan yang diciptakan dari tulang rusuknya. Hari Arafah pun menjadi hari yang istimewa dan bersejarah bagi seluruh umat muslim.

Ketika seseorang hendak berangkat ke Arab Saudi dan menjalankan ibadah, orang tersebut belum dibilang sah hajinya jika belum melakukan wukuf di Arafah. Betapa pentingnya rukun haji ini membuat Padang Arafah menjadi sorotan bagi umat Islam di seluruh dunia. Padang Arafah berada di sekitar 25 kilometer ke arah timur Kota Mekkah. Arafah merupakan tempat terbuka luas yang berada di atas bukit granit setinggi 70 meter. Pada 9 Dzulhijah padang ini dipenuhi oleh jutaan jamaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan wukuf.

Sisi lain dari Arafah juga dikatakan sebagai ruang renungan diri, arafah yang mempunyai satu asal kata yang sama dengan ma’rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri. Diharapkan setelah beribadah dan berdiam di dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi lebih bijaksana dan lapang dada dalam menjalankan kehidupan serta dapat mempertimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat.

Arafah juga mempunyai sejarah penting, yakkni ditempat inilah Nabi Adam as dipertemukan kembali dengan Siti Hawa yang terpisah selama ratusan tahun, karean mereka telah melakukan larangan yang dilarang oleh Allah SWT yakni memakan buah Kholdi. Dan mereka diturunkanlah ke bumi dengan cara yang terpisah.

Arafah ini masih dalam penelitian serta pembicaraaan para peneliti dan penduduk setempat akan kebenaran dipertemukannya kembali antara nabi Adam as dengan Siti Hawa , oleh karena itu  dengan dipertemukannya kembali nabi Adam as serta Siti Hawa, mereka lantas meengucapkan rasa syukur dan melakukan mohon ampunan kepada Allah SWT serta bertaubat kawasan arafah tersebut.



RumahAllah.com → → No Comment

Mukjizat Air Zamzam


Air Zamzam merupakan air yang diberkahi oleh Allah SWT, tidak ada bandingannya serta tidak satu pun jenis air yang menyerupai butiran-butiran kristalnya. Seluruh laboratorium yang ada tidak mampu untuk mengubah berbagai karakteristiknya. Seorang ilmuwan Jepang terkenal berkata, Air Zamzam memiliki beberapa keistimewaan yang tidak tertandingi oleh air-air biasa.

Mukjizat Air Zamzam

Merujuk pada sejumlah kajian ilmiahnya terhadap air Zamzam dengan teknik Nano, ternyata hal itu tidak mampu untuk mengubah karateristiknya sedikit pun. Apabila setetes air Zamzam dicampur ke dalam 1.000 tetes air biasa, maka air tersebut akan memiliki berbagai keistimewaan air Zamzam.

Dalam kunjungannya ke Kerajaan Arab Saudi, di sela-sela seminar ilmiah yang diselenggarakan Akademi Darul Hikmah untuk anak-anak perempuan di Jeddah, DR Masaro Imoto, seorang peneliti dari Jepang dan Ketua Lembaga Hado untuk riset ilmiah di Tokyo, mengatakan telah melakukan beberapa kali eksperimen dan penelitian terhadap air Zamzam yang didapatnya dari seorang berkebangsaan Arab tersebut.

Dalam sebuah media Harian Okaz yang terbit di Arab Saudi mengutip pernyataan Masaro Imoto, sang pencetus teori kristalisasi molekul air yang telah dianggap sebagai lompatan ilmu pengetahuan yang tidak tertandingi. Menurut Masaro, basmalah yang terdapat di dalam Alquran dan biasa dibaca kaum Muslimin sebelum memulai berbagai aktivitas mereka, ketika makan atau saat beranjak tidur, ternyata memiliki pengaruh luar biasa terhadap kristal-kristal air. Air yang dibacakan basmalah menciptakan pengaruh yang mengagumkan. Ia membentuk kristal-kristal air dalam formasi yang sangat indah.

Sumur zamzam yang istimewa mempunyai dalam 42 meter berada di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah. Berdasarkan riwayat, mata air tersebut ditemukan oleh Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, setelah berlari-lari bolak-balik mencari air antara bukit Safa dan Marwah.Putranya yang masih bayi, Nabi Ismail yang kehausan mengentakkan kakinya ke tanah, lalu mukjizat terjadi, dari sana muncullah mata air.Ajaibnya, meski ribuan tahun berlalu, di tanah Arab yang diliputi gurun pasir dan jarang hujan, sumur air zamzam tak pernah kering. Zamzam, seperti maknanya dalam Bahasa Arab, “melimpah ruah” tak kenal surut meski terus dipompa untuk memenuhi kebutuhan 20 juta umat muslim yang berkunjung ke Tanah Suci, Baitullah tiap tahunnya. Berliter-liter airnya juga dibawa pulang jamaah sebagai tanda mata.

Dalam hadits dikatakan bahwa Nabi SAW pernah mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Kemudian para sahabat mengambil air tersebut untuk keperluan mereka. Ada yang menggunakannya untuk minum, berwudhu, mencuci pakaian dan beristinja. Air yang dikeluarkan oleh Rasulullah SAW dari sela-sela jarinya tadi, walaupun bukan air zam-zam, namun keduanya air yang sama-sama mulia. Jika diperbolehkan berwudhu, mandi, beristinja, dan mencuci pakaian dengan menggunakan air yang keluar dari sela-sela jari tadi, maka air zam-zam boleh diperlakukan seperti itu.

RumahAllah.com → → No Comment

Maqam Ibrahim


Maqam Nabi Ibrahim merupakan sebuah batu tempat berdiri saat pembangunan ka’bah ketika dinding sudah makin tinggi. Nabi Ibrahim naik keatasnya, sedangkan Ismail mengambil dan menyerahkan batu kepada ayahnya. Sedangkan,nabi Ibrahim meletakan batu di tangan untuk meninggikan dinding ka’bah. Sesudah menyelesaikan satu dinding, dia pun beralih ke dinding yang lain, beliau berkeliling dis eputar ka’bah dan berpindah dari satu dinding lain hinhgga ka’bah selesai dibangun. Jejak telapak kaki Ibrahim jelas terlihat dalam batu, bahkan bangsa Arab Jahiliah sudah mengenalnya, pama Nabi SAW Abu Thalib, mengatakan dalam syairnya “ Tempat berpijak Ibrahim di atas batu masih basah, dibawah telapak kakinya yang telanjang, tidak beralas”.

Maqam Ibrahim

Melalui sejumlah sanad shahih, al-azraqi , meriwayatkan bahwa dulu pada masa Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar posisi maqam berada di tempat yang sama seperti sekarang. Setelah itu terjadi banjir di masa khalifah Umar. Batu tersebut terseret air hingga bagian bawah kota Mekkah. Maqam itu dibawa kembali ke ka’bah dan diikatkan kepada kiswah ka’bah. Kemudian umar menetapkan untuk meletakannya di posisi semula dan sekelilingnya berdiri beberapa bangunan.

Maqam Ibrahim merupakan jejak agung yang tetap dipelihara oleh Allah SWT sepanjang masa, sejak zaman Ibrahim hingga sekarang, bahkan sebagian sejarawan pernah mengungkapkan bahwa tiodak ada suatu umat selain umat islam, suatu jejak yang senantiasa dijaga Allah SWT sepanjang masa, seperti Hajar Aswad dan maqam Ibrahim. Keduanya akan tetap terjaga dalam lindungan Allah SWT untuk rumah Nya yang suci sampai hari kiamat.

Orang pertama yang menghiasi maqam merupakan Khalifah al-Mahdi al-Abbasi , karena maqam merupakan jenis batu yang mudah rapuh, al-Mahdi khawatir maqam Ibrahim akan hancur berkeping-keping. Beliaupun mengalokasikan seribu dinar untuk pemeliharaannya, dengan anggaran tersebut dia menghiasi maqam agar lebih kuat dari bagian bawah hingga atas. Pada masa pemerintahan Khalifah al-Mutawakil ditambahkan emas pada hiasan maqam Ibrahim tersebut, hal ini terjadi pada permulaan tahun 236 H.

Pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz, penutup maqam Ibrahim di buat dari tembaga yang dilapisi emas, Kristal, serta kaca. Bagian paling atas dibuat mirip kubah setengah lingkaranyang dilapisi kaca Kristal yang kokoh. Diantara keutamaan ataupun kelebihan Maqam Ibrahim adalah, bagi dijadikan tempat menunaikan ibadah solat. Al-Quran telah merakamkan keutamaan ini seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 125 yang bermaksud “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat solat”.

Dan keutamaan Makam Ibrahim memiliki beberapa keutamaan yaitu sebagai tempat salat sunah setelah jamaah menunaikan Tawaf tujuh putaran dan sebelum menuju bukit Sofa dan Marwah. Sebelum dan sesudah salat sunah dibelakang Makam Ibrahim terdapat doa khusus sebelum kita memanjatkan doa sesuai keinginan. Tempat ini pula menjadi keutamaan umat Islam karena menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT selain Multazam dan Hijir Ismail.
RumahAllah.com → → No Comment