Kepengurusan Kabah Zaman Nabi Ismail

Setelah pendirian Kabah oleh nabi Ibrahim alaihissalam, Nabi Ismail diberikan kepercayaan oleh beliau untuk mengurus Kabah. dalam beberapa tahun kurun waktu, Kabah diurus oleh nabi Ismail Alaihissalam dan diturunkan kepengurusannya ke tangan anak-anaknya.

Setelah waktu berlalu, kepengurusan kabah pun diturunkan kepada cucu nabi Ismail Alaihissalam bernama "Madhad bin Amru al Jurhumi" dan kepengurusan kota Mekah dipegang oleh Kabilah Jurhum - mereka pun menjadi penjamu dan pelayan kota suci ini dalam beberapa kurun waktu.

Pada akhir ketiga abad masehi munculah suatu generasi yang meremehkan kepengurusan Kabah sehingga Allah murka. Datanglah ketika itu "Kabilah Khuza'ah" dari Yaman yang dipimpin oleh "Rabi'ah bin Al Harits" untuk menyingkirkan dan menghancurkan mereka. Kabah setelah itu dibawah kepengurusan Rabi'ah dalam beberapa saat, dan setelah kematiannya kepengurusan Kabah dipegang oleh "Amru Bin Luhay". Di tangan beliau, Kabah dibangun diatas jalan salah dan benar - dan beliau merubah agama nabi Ibrahim alahissalam dan membangun berhala-berhala di sekitar Kabah.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa raja As'ad al Himyari pernah datang ke Kabah untuk menghancurkan Kabah, dan merampok harta simpanan di dalamnya. Allah memberikan kekuasannya, dan Raja tersebut merubah tujuannya. Raja tersebut mengagungkan Kabah dan menghormatinya selama sepuluh hari. Dia memberi makan penduduk disana dan para jamaah haji. Hal tersebut didengar oleh kabilah-kabilah lain, sehingga mulai saat itu datanglah banyak kabilah-kabilah ke kota Mekah dan tinggal bertetanggaan dengan kabilah Khuza'ah.
Powered by Blogger.