Madinah Masa Dinasti Abassiyah

Dinasti Abassiyah menguasai dan memimpin islam lebih dari 500 tahun yakni mulai tahun 132 H sampai dengan 656 H. Sehingga perkembangan islam sangat banyak dipengaruhi dari zaman Abassiyah ini, baik dari segi kebudayaan maupun arsitektur bangunan.
Madinah Zaman Abbasyah

Fase Dinasti Abassiyah dibagi menjadi 3 fase yaitu:

Fase keterikatan dengan Abbasiyin

Pada zaman ini kondisi dan kemanan madinah datang silih berganti, antara keamanan dan ketidak amanan antara ketenteraman dan kegoncngan politik. hal ini terjadi akibat suatu kebijakan yang diambil oleh pemimpin Madinah pada waktu itu.

Pada masa ini juga perkembangan ilmu pengetahuan pasang tenggelam - dalam hal ini kepribadian seorang gubernur juga ikut menentukan andilkepada ilmu pengetahuan pada masa itu.

Pada masa ini madinah mendapatkan serangan dari orang arab badui, dan sekitar tahun 877 M gubernur Madinah memperluas bangunan pagar benteng untuk menahan serangan-serangan yang terjadi. Pada masa itu gubernur madinah adalah bernama Ishaq bin Muhammad bin Yusuf

Fase keterikatan dengan Fatimiyin

Pada fase ini hubungan gubernur-gubernur madinah hanya kamuflase belaka, dimana hubungan yang terjadi antara gubernur madinah antara fatimiyyin hanyalah sekedar formalitas semata. Fase fatimiyin pusat kekuasaan berada di Mesir. Fase ini terjadi hampir 200 tahun yaitu antara tahun 363 H sampai dengan 546 H.

Fase keterikatan dengan Zinkiyin dan Ayubiyin

Sulthon Nuruddin Zinki (Zinkiyin)

Dalam masa beliau kota madinah sangat terperhatikan, dimana Nuruddin Zinki mengirimkan harta yang begitu berlimpah untuk membangun kota madinah. Selain itu beliau juga memperbaiki jalan-jalan yang biasa dilewati untuk melakukan haji, beliau juga memperbaiki setiap akses jalan raya yang ada ketika itu. Dalam masa beliau juga, sumber-sumber air yang ada di kota madinah di perbaiki dan direnovasi

Sholahudin Al Ayubi (Ayubiyin)

Dalam masa Ayubiyyin pajak para jamaah haji ditidiakan, dan beliau mengirimkan harta ke kota yang sangat banyak untuk menjaga, merenovasi dan kepentingan-kepentingan lain kota madinah yang salah satu diantaranya adalah penggantian pajak jemaah haji tadi. Dalam masa ini gubernur madinah adalah Al-Qosim bin Mahna.

Selain itu Harta juga dikirikan ke kabilah-kabilah ebagai penjagaan para jamaah haji dan kafilah-kafilah dagang. hampir seluruh aspek terperhatikan pada masa ini, dan madinah hidup dalam penuh kedamaian
Powered by Blogger.