Madinah Masa Khulafaar Rasyidin

Sebelum Rosullulah meninggal dunia beliau berpesan kepada Abu bakar As-shidiq untuk memerintahkan kepada usamah bin zaid untuk mengambil kembali harta yang telah di rampas oleh orang orang yahudi negeri syam, dan beliau berpesan agar memberi hukuman kepada orang orang yahudi atau orang orang murtad yang tidak mau membagikan sedikit hartanya, dan menganggap dirinya mulia seperti rusulullah. Hal tersebut bertujuan supaya kota madinah menjadi kota yang tenang, tentram dan damai.

Madinah masa Khalafaar Rasyidin
Pada tahun 634 M kota madinah di pimpin oleh Umar Bin Al-Khotthob setelah meninggalnya Abu Bakar Ashidik. Di tahun inilah madinah mulai berjaya dan terus menerus memperluas kekuasaannya dan memberikan hasil yang memuaskan dan hasilnya nya diberikan kepada masyarat madinah sehingga masyarakat madinah menjadi kota yang damai dan tentram. Tetapi hal tersebut berlangsung hanya sekitar 5 tahun setelah itu kota madinah tertimpah musibah dengan adanya kemarau panjang di kota tersebut. Tetapi di tengah hal tersebut ada seseorang yang bernama Abbas yaitu paman rosulullah yang memberikan nasihat kepada kaum muslimin yang ada di madinah untuk melaksanakan sholat istisqo, sholat ini bertujuan untuk meminta diturunkannya hujan di kota madinah. Mereka pun menuruti perkataan abas dan mereka bersama sama melaksanakan sholat istisqo dan akhirnya doa merekapun di kabulkan oleh allah swt.

Pada tahun 644 M umar menjalankan perintah nabi agar kota madinah bersih dari orang orang kafir tetapi nyatanya sebelum perintah itu terlaksana beliau di tusuk dari belakang dan akhirnya beliau meninggal dunia dengan cara mati syahid. lalu kota madinah di pimpin oleh utsman disinilah kota madinah mulai nampak ada ketenangan dan kedamaian lagi.

Kedamaian tersebut hanya berselang 8 tahun setelah itu pada tahun 652 M kota tersebut mulai diselimuti perbuatan perbuatan setan oleh kaum yahudi. Mereka memasukan seseorang yang bernama Abdullah bin saba untuk masuk islam dan mulai mengadudombakan kaum muslimin dengan cara memfitnahnya untuk menjatuhkan kepemimpinan utsman. Tetapi hal tersebut tidak berhasil karena kepintaran utsman. Namun kegagalan kaum yahudi tidak berakhir sampai di sini mereka kembali dengan taktik curang yaitu dengan mengepung rumah utsman dan mereka membawa kabar palsu tentang utsman yang isinya bahwa utsman memerintahkan kepada gubernur mesir untuk membantai rakyat mesir , akhirnya utsman di bunuh dengan kejam dan ia di bunuh ketika sedang membaca alquran.

Ketika itu datanglah Ali Bin Abi Tholib ia berusaha untuk memperbaiki kondisi dimadinah saat ini, namun perjuangan nya tidak sia sia beliau berhasil menyingkirkan kaum yahudi dan membersihkan perbuatan fitnah di kota tersebut, tetapi nyatanya perbuatan setan itu sekarang berpindah ke luar kota madinah dan ali bin abi tholib bergerak cepat untuk membersihkan fitnah yang tersebar di luar kota madinah. lalu beliau pun meninggalkan kota madinah dan memberikan kekuasaannya kepada shal bin hunaif Al-anshori. Di tangan shal bin hunaif Al-anshori inilah kota madinah mulai tentram kembali.

Ketika beliau pergi meninggalkan madinah untuk membersihkan fitnah yang menyebar di luar kota madinah, beliau pun meninggal dunia dikota tersebut pada tahun 660 M dan putra beliau yaitu Hasan Bin Ali Bin Abi Tholib di jadikan khalifah. Di masa hasan inilah kota madinah menjadi kota yang tentram dan damai karena beliau mengalah dan sekaligus menyerahkan kepemimpinnanya kepada Muawiyah sekaligus berpindah ibukota ke damaskus.
Powered by Blogger.