Mekah Zaman Dinasti Ottoman Kedua

Mekah Zaman Dinasti Ottoman kedua atau disebut juga mekah Zaman Dinasti Utsmaniyah merupakan zaman yang lebih baik dibandingkan dengan Mekah pada zaman dinasti ottoman pertama. Kehidupan sosial masyarakat lebih aman, karena pertikaian yang terjadi antar pemuka agama Asyraf tunduk ke pemerintahan Ottoman.

Pada zaman dinasti Utsmaniyah ini banyak dibangun taman-taman dan rumah-rumah mewah. kehidupan sosial membaik dengan situasi keamanan yang terkendali. Pemerintahan yang dijalankan sangat terkendali pada masa itu dan semua rakyat tunduk keoada peraturan yang dikeluarkan pihak pemerintah.

kejadian sejarah penting pada zaman dinasti Ottoman kedua memerintah di mekah adalah dibangunnya rel Kereta Api yang menghubungkan kota Damaskus dengan kota Madinah untuk kemudahan para jamaah haji. Pembangunan rel ini membuat perjalanan ibadah haji lebih cepat dari zaman sebelumnya yang dimana para jamaah haji datang harus berjalan dan mengendarai unta. Pembangunan rel kereta api ini dibuat mulai tahun 1326 H pada saat pemerintahan dipimpin oleh Sulthan Abdul Hamid.

Pada tahun yang sama M Syarif Husain yang memegang kekuasaan atas Kota Mekah sangat memiliki keinginan besar untuk meruntuhkan kekuasaan dinasti dan pemerintahan Ottoman yang sedang berjalan, padahal ketika itu dia adalah merupakan orang yang memegang kekuasaan di kota Mekah.

Dia melakukan kerjasama secara sembunyi sembunyi dengan  phak Inggris untuk melangsungkan keinginannya. Dia memiliki niat untuk menguasai seluruh wilayah Arab dan dia menginginkan semua wilayah tersebut berada dalam genggaman kekuasaannya dan menjadi satu-satunya Raja Arab.

Setelah kekuatan dirasa cukup, akhirnya Syarif Husain mengadakan pemberontakan secara besarbesaran yang dibantu oleh kekuatan pihak Inggris. Kekuatan dinasti Ottoman akhirnya runtuh. Kota Mekah dan kota Hijaz berhasil dikuasai pihak Syarif Husain - hancurlah pemerintahan Utsmaniyah saat itu dan kekuasaan berpindah ke tangan Syarif Husain.
Powered by Blogger.