Mekah Zaman Dinasti Ottoman

Dinasti Ottoman di Mekah berkuasa semenjak Sulthan Ottoman Salim I berhasil memenangkan peperangan dengan para penguasa Mamalik - sehingga loyalitas penguasa dan pemuka Mekah berpindah dari dinasti Mamluki ke dinasti Ottoman.

Syarif Barakat diangkat menjadi gubernur Mekkah dan daerah lain di bawahnya atas dekrit yang dikeluarkan oleh Sulthan Salim I dan beliau mengirikan harta yang banyak ke Mekkah untuk keperluan pembangunan kota dan hadiah kepada penduduk-penduduk Mekah.

Pada masa pemerintahan Dinasti Ottoman di Mekah, yaitu sekitar tahun1041 H sampai dengan 1099 H tengah terjadi perselisihan dan pertikaian antar penguasa Asyraf sendiri, dan pemerintahan Ottoman mengangkat gubernur Syarif Ahmad bin Ghalib sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi.

Kota Mekah baru mendapat kedamaian dan kehidupan yang tenteram pada saat Mekah dipimpin  oleh Syarif Surur pada tahun 1186. Dan pada masanya pula benteng Ajyad dibangun sebagai simbol kekuatan Mekah dan Dakwah pada saat itu.

Pembangunan benteng itu membawa angin segar untuk dakwah Islam. Dakwah Islam semakin tersebar luas pada masa ini, dan dakwah yang paling terkenal diantaranya dilakukan atas kerjasama keluarga Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan keluarga Al Saud. Dalam masa ini pula banyak individ-individi dan kabilah-kabilah yang melakukan dakwah sehingga tersebarlah agama Islam dengan cepat.

Dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab mendapat tentangan ketika Syarif Mekah (syarif Galib) mengalami bentrokan perang dengan Kerajaan Arab Saudi pertama. Pada masa ini mereka melarang pengikut-pengikut dan para pendukung kerajaan untuk melaksanakan ibadah haji ke kota Mekah.

Melihat hal ini, pertikaian pun semakin meruncing - sehingga pasukan kerajaan Arab Saudi merangsek masuk ke kota Mekah tanpa terjadi peperangan. paukan ini dipimpin oleh Pangeran Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad Al Saud. Kejadian ini secara langsung mengakhiri kekuasaan Ottoman pada tahun 1220 H atau sekitar tahun 1805 M dan memulai kekuasaan baru yaitu kekuasaan Mekah di bawah pemerintahan kerajaan Arab Saudi pertama.




Powered by Blogger.