Mekah Zaman Dinasti Umawiyah

Pada zaman ini disebut dengan tahun persatuan karena umat muslim bersatu atas satu khalihah. Muawiyah ra mendapatkan mandat jabatan untuk memimpin kaum muslim dari hasan bin ali ra yang turun dari pucuk pemerintahan pada tahun 41 H.

Dengan bersatunya umat, situasi menjadi sangat terkendali dan kembalilah meluas penaklukan-penaklukan islam pada saat itu. Mekkah sangat diperhatikan pada zaman ini dan banyak juga sahabat-sahabat senior yang kembali ke kota mekkah setelah pada zman sebelumnya fitnah tersebar dimana-mana.

Zaman Umawiyah ini terkenal dengan budaya atho dan pembangunan sumber-sumber air. Atho adalah pembagian harta kepada golongan-golongan yang berhak menerimanya.

Ketika Muawiyah meninggal pada tahun 60 H, kekuasaan diberikan kepada putranya Yazid bin Muawiyah. Dia kemudian mengirimkan utusan ke kota medinah untuk mengambil baiat atas dirinya, akan tetapi sayang karena Abdullah bin Zubair menolak permintaan tersebut - malah Abdullah bin Zubair yang membaiat dirinya sendiri tanpa mengajak orang - sehingga terjadilah peperangan antara sesama muslim.

Pada tahun 64 H Yazid bin Muawiyah menyerang kota mekah dan mengirim pasukan yang dipimpin oleh  Hushain bin Namir untuk memerangi Ibnu Zubair. pasukan tersebut mengepung kota mekkah dan melempari kabah dengan "Manjanik" yaitu alat perang berbentuk ketapel raksasa - sehingga terkena tembok kabah. Pada waktu tembok Kabah runtuh dan terbakar.

Peperangan itu dimenangkan oleh Ibnu zubair dan Yazid terbunuh dalam peperangan sehingga Husain kembali ke negeri Syam.

Setelah peperangan itu, ibnu zubair mengajak masyarakat arab untuk melakukan baiat terhadap dirinya dan akhirnya dibaiatlah dia pada tahun 64 H. Irak, Yaman, Hizaz dan Khurassan menjadi kekuasaanya setelah pembaiatan tersebut.

Kemudian dia memperbaiki kabah yang rusak akibat peperangan sebelumnya dengan meletakkan di atas pondasi Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Dia berkuasa menjadi pemimpin islam selama kurang lebih 9 tahun karena pada tahun 73 H abdul Malik bin Marwan sebagai keturunan Umawiyah mengirim pasukan sebanyak 40 ribu orang dengan komando Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofi dan melakukan penyerangan terhadap Ibnu Zubair. Pasukan yang dipimpin Hajjaj mengepung seluruh kota mekah dan memboikotnya kurang lebih selama satu bulan lamanya, sehingga pada akhirnya ibnu zubair menyerah dan disalib masih pada tahun yang sama.

Setelah kekuasaan islam kembali ke tangan Dinasti Umawiyah, islam kembali tenang - kedamaian dan ketenteraman masyarakat menyelimuti kota mekkah. Pondasi kabbah dikembalikan lagi ke pondasi masa Nabi Muhammad SAW.

Selain itu urusan ekonomi masyarakat, pendidikan, keagamaan dan pembangunan jalan diberikan perhatian lebih - sehingga kedamaian muslim di sekitar mekkah sangatlah terasa ketika  itu
Powered by Blogger.