Mekah Zaman Kaum Quraisy

Mekah Zaman Quraisy

Kota Mekah dibawah kekuasaan Khuza'ah dalam waktu yang lama, sampai pada suatu waktu kekuasaan tersebut berpindah ke tangan Khalil bin Habasyiah al Khuza'iian dan akhirnya jatuh ke tangan kakek nabi Muhammad SAW yang ke empat bernama Qushai bin Kilab Al Quraisy.

Pada saat Mekah dan Kabah dikuasai Qushai bin Kilab, rupanya kaum Khuzaah tidak menyukai akan hal ini, sehingga terjadilah pertikaian antara kaum Quraisy dengan kaum Khuza'ah. Pertikaian ini akhirnya bisa selesai setelah semua permasalahan antara keduanya dibawa ke Yamur bin Aun sebagai penengah permasalahan antara keduanya. Keputusan Yamur adalah memberikan kepengurusan Kabah ke tangan Qushai bin Kilab, dan akhirnya walaupun kecewa kaum Khuza'ah menerima keputusan ini dengan berat hati. Peristiwa tersebut terjadi sekitar abad ke 5 M.

Qushai adalah seorang yang piawai dalam mengatur pemerintahan - untuk mencegah perpecahan antara kaumnya, dia membuat berbagai macam kedudukan dalam kepengurusan Kabah dan membaginya secara merata kepada kaumnya, kaum quraisy. Dia juga membangun tempat pertemuan untuk kepentingan musyawarah antara kaumnya yang disebut Daar Nadwah.

Selain pandai mengatur pemerintahan, dia juga piawai dalam urusan tata kota. Pada zamannya dia memperbolehkan membangun di halaman Kabah setelah memberikan batasan yang cukup untuk melakukan tawaf. Sumur sumur digali untuk mencari sumber air yang baru dan memberikan keamanan kepada kabilah-kabilah dan orang yang datang untuk berhaji setiap tahunnya. Hasil pemikirannya tersebut membuat situasi kota Mekah menjadi kota yang aman dan semakin banyak kabilah yang datang untuk melakukan perdagangan.

Setelah Qushai, maka kepengurusan pun akhirnya diberikan kepada kakek Nabi Muhammad yaitu Abdul Muttholib. Dalam masa kepemimpinannya, dia membuat beberapa hal baru diantaranya:
  1. Hilf Fudhul yang artinya dia mengajak kabilah-kabilah yang ada untuk bersatu
  2. Meratakan keadilan dan membantu orang yang didholimi
  3. Penggalian kembali sumur zam-zam yang telah lenyap bekasnya. 
Pada saat zaman Abdul Mutholib, Mekah dan Kabah juga mengalami beberapa kejadian penting dalam sejarah Islam diantaranya adalah:
  1. Hancurnya Abrahah dan pasukan gajahnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat Al Fiil
  2. Lahirnya nabi Muhammad SAW
Dua kejadian penting diatas merupakan fase dimulainya Mekah di tangan utusan Allah SWT.
Powered by Blogger.