Mekah Zaman Nabi Muhammad Sebelum Hijrah

Pada saat Mekah zaman Quraisy, penduduk kota ada dalam masa jahiliah - dimana penduduk menyembah berhala dan kaum perempuan diperlakukan dengan seenaknya.

Setelah kelahiran Nabi Muhammad saw pada tahun 571 M, beliau menyeru penduduk kota Mekah untuk memeluk agama Islam sebagai agama samawi yang akan membuat setiap orang bahagia baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. belia membawa ajaran-ajaran tauhid dan ajaran Islam. Beliau mengajak beribadah kepada Allah SWT dan mengajak semua penduduk mekah untuk meninggalkan beribadah kepada berhala-berhala. Perjuangan beliau untuk mengajak penduduk kota mekah hanya mendapatkan cercaan, cemoohan dan hampir semua penduduk mekah mendustakan beliau.

Beberapa orang saja yang beriman kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran beliau untuk menyembah Allah SWT - penindasan terhadap umatnya membuat Nabi Muhammad saw mengijinkan pengikutnya untuk melakukan hijrah ke kota Habasyah.

Dakwah pun beliau lakukan di luar kota Mekah yaitu Thoif - akan tetapi penduduk kota thoif memperlakukan beliau dengan semena-mena dan sungguh menyakitkan. beliau diusir dan kembali ke Mekah. Selama 3 tahun nabi Muhammad saw diembargo oleh kaum quraisy sampai pada saat itu kaum muslimin hanya mengkonsumsi daun-daun pohon. Pada masa embargo ini, istri nabi Muhammad saw "Siti Khadijah" dan Abu Tholib "paman nabi Muhammad saw" meninggal dunia - akibat kepergian keduanya kaum Quraisy semakin leluasa melakukan gangguan terhadap Rasulullah SAW. kedua orang tersebut adalah orang orang yang mendukung dan pembela dakwah nabi terkuat pada saat itu.

Fase dakwah islam yang lebih baik baru dimulai setelah nabi Muhammad SAW berhijrah ke kota Madinah. Dikota tersebut beliau disambut baik oleh penduduk kota Yastrib (nama kota Madinah ketika itu). Setelah satu tahun beliau hijrah ke madinah, tahun berikutnya beliau dan kaum muslimin kembali ke Mekah untuk terus berjuang melakukan dakwah islam di jalan Allah SWT
Powered by Blogger.