Mengenal Saluran Air Siti Zubaidah

Saluran Air Siti Zubaidah
Saluran air Zubaidah merupakan saluran air yang dibangun pada masa zaman dinasti abassiyah di mekkah. Saluran ini terbentang sejauh ribuan kilometer dari Irak ke Padang Arafah. Saluran ini dibuat berdasarkan keprihatinan Siti Zubaidah yang ketika itu menunaikan ibadah haji di Mekkah dan melakukan wukuf di arafah dimana ketika itu banyak sekali jamaah haji yang meninggal dunia yang diakibatkan tidak adanya sumber air yang memadai, sehingga air sangat sulit didapatkan. Ketika itu banyak sekali jamaah haji yang meninggal akibat kehausan dan kepanasan.

Melihat hal ini Siti Zubaidah yang memiliki nama asli Amatul Aziz binti Ja’far bin Abi Ja’far al Manshur, yang merupakan istri Khalifah Harun Ar-Rasyid mengambil inisiatif untuk membangun saluran air yang memadai sejauh ribuan kilometer dari negaranya Irak sampai ke Mekkah padang Arafah. Hal ini terjadi pada tahun 791 Masehi atau sekitar 174 H. Beliau menyumbangkan berton-ton emas (menurut salah satu sumber adalah sekitar 5000 ton emas) untuk membuat saluran itu. Dana yang dia sumbangkan adalah berasal dari kerajaan dan pinjaman dari kerajaan-kerajaan lain pada saat itu.

Mata Air ini sangat bermanfaat sekali untuk keperluan jamaah haji dan penduduk mekkah pada waktu itu, sehingga sampai dengan saat ini penginggalan dari saluran air ini masih bisa dilihat jetika calon jemaah haji melaksanakan wukuf di padang arafah. Mata air ini mengalir melintasi bukit batu, bukit pasir dan pegunungan yang menjulang tinggi. Semoga Allah menempatkan beliau beserta keluarganya di sisi terpuji Allah SWT...amiien

Mata Air Siti Zubaidah berasal dari Wadi Numan dan dialirkan ke padang arafah, Muzdaliffah dan Mina. pada zaman dinasti Utsmaniyah sekitar 1571 M, mata air ini direnovasi kembali oleh lebih dari 1000 orang arsitek. Mata air zubaidah ini kemudian dipertemukan dengan mata air Khunsin yang dimana mata air ini terletak di sekitar kantor Gubernur Mekah dan bahkan sampai ke Ma’la dan kota Mekah. Mereka membangun, dengan cara membikin tampungan air untuk menampung air waktu hujan dan membuat alirannya.

Keberadaannya mulai tidak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar, setelah pemerintahan pemerintahan mekkah selanjutnya menemukan mata air lain di kota mekkah. Dan pada saat pemerintahan sekarang airdi kota mekkah diperoleh dri hasil penyulingan air laut yang dialirkan melalui pipa-pipa raksasa ke seluruh negeri. Sampai dengan saat ini pula pemerintah kerajaan meneliti kembali keutamaan mata air ini agar bisa dimanfaatkan kembali keberadaannya.

Powered by Blogger.