Hari Pertama Bertugas Sebagai PPIH

Tanggal 04 Oktober 2011, adalah hari pertama kami bertugas di kota Makkah. Diawali dengan apel pagi pada pukul 07 waktu Makkah, yang dipimpin oleh ketua Sektor I yaitu pak Drs. H. Badrun MS, beliau memberikan kata-kata pembukaan, selamat datang, serta arahan-arahan tentang tugas dan kewajiban kami sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah dipersiapkan semenjak pelatihan di Pondok Gede Jakarta.

Selesai apel pagi dilanjutkan dengan meeting, sekaligus perkenalan antara 30 orang petugas dari tanah air, dengan para tenaga musiman (TEMUS) hasil rekrutan terhadap para pelajar dan pekerja yang berada di sekitar wilayah Timur-Tengah, yang telah lulus pada seleksi sebelumnya. Di Sektor I ada 22 orang TEMUS tersebar dari berbagai daerah, ada yang dari Madura, NTB, Jawa Barat, Sulawesi. Setelah saling memperkenalkan diri, kami dibagi 3 kelompok. Kelompok A kebetulan saya yang ditugaskan untuk memimpin, sementara kelompok B dipimpin oleh pak Aan Hasan, dan kelompok C dipimpin oleh pak Nur Zamzam (pak Azam) utusan dari rumah sakit Haji Pondok Gede Bekasi.

Tugas PPIH Haji

Sementara itu anggota kelompok A terdiri dari teman-teman petugas dari Jakarta, juga para TEMUS, diantaranya pak Muh. Umar, mukimin asal Madura yang sudah lama tinggal di sekitar wilayah Makkah, pak Slamet Hariyadi juga Orang Madura tinggal di Wilayah Thaif. Kedua orang inilah yang selalu membantu tugas-tugas saya dengan penuh rasa tanggung jawab dan kerja keras. Sementara itu petugas dari Jakarta sebanyak 6 orang.

Langkah awal yang kami kerjakan adalah mengidentifikasi hotel-hotel yang akan ditempati para jamaah haji nanti. Kelompok A bertanggung jawab terhadap hotel 101, hotel 104, hotel 109 dan sebagian hotel 210 (bersama-sama dengan sebagian yang dari sector 2 karena wilayahnya berbatasan dengan sector I). setelah itu baru menyusun rencana kedatangan kloter dari mana saja dan ditempatkan di mana saja. Jadwalnya sudah ada di Daker Makkah.

Sector I akan kedatangan 14.600 (empat belas ribu enam ratus) orang jamaah (46 kloter), akan disebarkan di hotel-hotel yang ada di sekitar wilayah sector I Makkah. Sesuai dengan jadwal yang diterima dari Daker, bahwa kloter pertama akan tiba pada tanggal 12 Oktober 2011 dan akan menempati hotel 101, hotel yang ada di bawah tanggung jawab saya bersama team. Maka sesuai dengan SOP bahwa H min 6 kami harus sudah mengecek kesiapan kamar bersama fasilitasnya, untuk penempatan 460 orang calon jamaah haji yang akan tiba dari Madinah. Kedatangan jamaah ada dua bagian, ada yang datang dari Madinah adalah untuk gelombang pertama, sedangkan untuk gelombang ke-dua datang dari Jeddah karena langsung dari tanah air. Biasanya penyambutan yang datang dari Jeddah ini lebih sulit karena jeddah waktunya tidak jelas dan sempit, hal tersebut karena Jeddah- Makkah lebih dekat jaraknya daripada Madinah-Makkah.

Saya dengan team langsung menuju hotel 101, menemui penjaga (harits) yang kebetulan orang Mesir. langsung memperkenalkan diri beserta team, juga menjelaskan bahwa 4 hari lagi kloter pertama akan segera tiba. Sengaja saya berbohong mengatakan 4 hari lagi, sebab kalau dikatakan sejujurnya 6 hari lagi dikhawatirkan mereka lelet, sehingga tidak bisa siap pakai pada waktunya. Saya meminta pintu-pintu kamar yang akan dipakai segera dibuka, untuk mengadakan pengecekan awal terhadap semua fasilitas yang ada. Setelah itu rombongan disebar untuk mengecek kamar-kamar yang ada di lantai 1, lantai 2 dan lantai 3.

Hotel 101 terdiri dari dua bagian ada 101 A dan 101 B. keduanya bersebelahan, tiap lantai hanya terhalang pintu keluar-masuk saja. Jadi jamaah dari hotel 101 A bisa langsung ke hotel 101 B di lantai yang sama. Kamar-kamar hotel 101 A pada lantai 1 (dor wahid), mulai dari nomor 101 sampai 115 angka pertama menunjukkan lantai, sedangkan angka berikutnya menunjukkan kamar. Jadi di lantai 1 ada 15 kamar. Tiap kamar (Ghurfah) kapasitasnya beda-beda tergantung besar dan kecilnya kamar. Ada yang 3 ranjang (sarir), bahkan ada yang 7 ranjang. Pada tiap pintu sudah ada stiker, dengan berlogo bendera merah putih (Indonesia), bertuliskan nomor kamar dan jumlah jamaah. Inilah yang harus dicek oleh team, jangan sampai tertuliskan 5 jamaah tapi jumlah ranjangnya Cuma ada 3, atau sebaliknya jumlah jamaah 3 ranjangnya ada 4. Betul betul harus disesuaikan. Selain mengecek ranjang (sarir), juga mengecek AC (Mukaif), kipas angin (mirwahah), kelengkapan listrik (kahruba) dan kelengkapan kamar mandi (hammam). Apabila ada permasalahan, kami tinggal melaporkan kepada penjaga (harits) untuk diadakan penataan atau perbaikan. Dan dua hari berikutnya kami akan mengecek kembali keadaan kamar-kamar, tentunya setelah ada perbaikan-perbaikan sesuai yang kami usulkan kepada penjaga (harits).
Powered by Blogger.