Pengalaman Bis Ban Pecah

Tanggal 03 Oktober 2011, Menjelang waktu Dzuhur sampailah kami di masjid (miqat) Bir Ali. Rombongan berganti pakaian dengan kain Ihram sekaligus berniat melaksanakan Umrah yang dilanjutkan dengan Shalat Dzuhur jama taqdim dengan Ashar. Selanjutnya kami kembali ke bisnya masing-masing diiringi dengan gemuruhnya alunan Talbiyah, sepanjang jalan kami melewati padang pasir. Entah di kilometer berapa bis yang kami tumpangi sempoyongan, dan terlihat debu pasir dari bawah bis. Penumpang pun menjadi panik. Namun supir memaksakan jalan terus, sampai benar-benar bannya hancur tak bisa jalan lagi. Memang begitulah mental supir Arab, tanpa perhitungan. Semua penumpang berhamburan ke luar. Astaghfirullah!

Bis Ban Pecah di Mekkah

Ternyata pintu bagasi bis sudah terbuka dan sebagian tas bawaan kami tidak ada didalamnya, kemungkinan berceceran ke jalan raya entah di mana. Saya satu-satunya penumpang yang bisa berkomunikasi mencoba menanyakan pokok permasalahannya. Supir pun mengatakan: “ Usbur, ma fih musykilah! (sabar, tidak ada masalah!). sementara itu supir mencoba menelpon teman-temannya, untuk meminta bantuan atau menyelamatkan sebagian tas bawaan kami yang jatuh ke jalan.

Hampir sekitar satu jam kami berada di jalan entah dimana, sampai akhirnya ada bis kosong lewat, dan penumpangpun segera berganti bis. Sampai di sebuah rumah makan bis yang kami tumpangi pun ke pinggir untuk membawa tas-tas yang hilang tadi. Subhanallah ternyata semuanya ada dan masih utuh, hanya ada sebagian tas yang rusak. Kami pun menjadi tenang, dan perjalanan dilanjutkan kembali.
Powered by Blogger.