PPIH Tiba di Kota Mekkah

Tanggal 03 Oktober 2011, Pukul 21 waktu setempat rombongan sampai di kota Makkah. Alhamdulillah, hampir serempak rombongan berucap syukur. Rasa lelah terbalas sudah dengan kebahagiaan yang tiada terhingga. Kami diterima di perumahan (hotel) sektor IV di daerah Hafair, untuk istirahat sejenak sambil dihidangkan makan malam. Luar biasa lahapnya, karena kami semua sudah lapar sejak tadi. Selesai istirahat, rombongan diantarkan untuk segera menyelesaikan ibadah umrah di Masjidil-Haram. Berada sekitar 1 Km dari lokasi hotel tempat kami istirahat.

Sekitar pukul 22 kami sampai di Masjidil-Haram, suasana masih lengang karena jamaah belum pada datang. Berbagai perasaan bergejolak dalam hati kami, ada bahagia, haru, bangga. Karena dianggap sudah berpengalaman, saya ditugaskan teman-teman untuk membimbing sekitar sepuluh orang petugas. Saya pun segera mengarahkan mereka tentang kewajiban-kewajiban selama melaksanakan umrah. Alhamdulullah semua berjalan lancar. masjid masih kosong, suasana thawaf sekitar tiga shaf saja jauh berbeda dengan ketika padat, suasana penuh sesak. Demikian pula ketika sa’i, sangat leluasa sekali. Tujuh bilangan sudah dilalui bersama, sampailah kami kepada tahallul (memotong rambut) dilanjutkan dengan berdo’a artinya rangkaian umrohpun selesai sudah.


Petugas PPIH Haji Indonesia 2011

Pukul 23 saya dan rombongan berkumpul di selatan Masjidil-Haram, menunggu jemputan datang karena kami belum tahu ke mana harus melanjutkan perjalanan. Akhirnya sebuah Epv warna merah pun datang dengan bernomorkan 1 artinya adalah inventaris sector 1. Supirnya adalah pak Amin, orang Madura sebagai petugas musiman (TEMUS) yang akan bersama-sama dengan kami selama di Makkah nanti. Setelah semua siap, bergantian sekitar 30 orang rombongan diantar jemput ke hotel dimana kami akan tinggal selama dua bulan ke depan. Jarak dari Masjidil Haram ke Hotel sekitar 2 km, kalau lewat jalan pintas terowongan.

Pukul 23.30 saya sampai di Mahbas Jin, tepatnya di hotel 108. Hotel dengan 16 lantai ini akan menjadi kantor Sektor I sekaligus tempat pemukiman sebagian jamaah haji nanti. Begitu masuk ternyata kopor besar bawaan kami sudah berada di sana. Semua mencari kopornya masing-masing sesuai dengan identitas yang tercantum didepan kopor. Sampai semua beres, ternyata kopor milik saya tidak ada. Saya mulai panik khawatir kopor itu tidak sampai. Akhirnya pak Jojo (panggilan akrab untuk pak Suharjo) menghampiri dan membisikkan bahwa kopor saya sudah berada di kamarnya. Alhamdulillah gumam saya, ternyata teman-teman yang satu kamar di Madinah masih mengharapkan bersama lagi selama di Mekkah, saya pun bergegas mengikuti pak Suharjo ke kamar G-04, di sana sudah menunggu pak Aan Hasan dari Sekertariat DPR dan pak Prayitno dari PBNU yang sedang berbenah mengatur pembagian tempat tidur.
Powered by Blogger.