Umrah dan Haji Wajib Dilakukan Sekali Seumur Hidup

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah menjadikan kita sebagai orang beriman. Yang mana dengan adanya iman ini kehidupan kita menjadi indah, karena hidup kita yang sementara ini hakikatnya sedang menunggu seruan dari Allah swt untuk memasuki surgaNYA. Namun bagi orang yang tidak ada iman dalam dadanya, kehidupan didunia ini, kehidupan yang amat sangat mengerikan, karena hidupnya didunia ini sedang menunggu panggilan Allah untuk memasuki nerakaNYA. Na”udzubillahi min dzalik.

Disini saya akan mencoba mengetuk pintu hati kita semua tentang salah satu bukti pengabdian kita kepada Allah SWT, yaitu mengunjungi baitulloh lewat ibadah umroh.

Sebagaimana kita ketahui dalam Alquran bahwa Allah Swt berfirman dalam surat al-baqoroh ayat: 196 yang artinya:

"DAN SEMPURNAKANLAH HAJI DAN UMRAH KARENA ALLAH"

Perintah dalam ayat ini menurut hadis dari Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh imam Bukhori, menunjukan bahwa maknanya wajib.

“ Tiada seorangpun melainkan diwajibkan atasnya mengerjakan ibadah haji dan umrah sekali “

Saudaraku, apabila kita lihat ayat dan hadis diatas ibadah haji dan umrah perintahnya bergandengan, tentunya menunjukan bahwa haji dan umrah merupakan fardlu ain, yang apabila seseorang mampu baik secara lahir dan bathin, namun tidak melakukannya, maka siap-siaplah anda dengan dakwaan dari Allah SWT. Karena melalaikan perintah-NYA. Memang seseorang beribadah kepada Allah SWT merupakan hidayah dari-NYa, tetapi tentunya segala sesuatu harus diusahakan dan diupayakan, karena dunia ini adalah “Darul Asbab” tempat kita berusaha. Baik usaha untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat.

Wajibnya Umrah dan Haji

Umrah menurut lughot/bahasa artinya ziarah, sedangkan menurut syara yaitu mengunjungi baitullah untuk melakukan thowaf dan sa”I, tentunya merupakan ziarah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT lewat Al-qur'anul karim, dan kewajiban ini tidak terhalang karena usia lanjut dan sebagainya,dan ini terbukti lewat keterangan dari Rosulullah SAW dalam sebuah hadist dari Abu Raziin Al-Uqaily r.a. telah menceritakan hadis berikut:

Aku bertanya,” Wahai Rosululloh, sesungguhnya ayahku sudah sangat lanjut usianya tidak mampu mengerjakan haji dan tidak pula umroh serta tidak pula mampu bepergian “. Rosululloh SAW menjawab, “ Hajikanlah dan umrohkanlah ayahmu itu “. ( Riwayat Ash-habus-Sunan).

Kalau di lihat secara makna lahiriah dari hadis di atas menunjukan bahwa ibadah umrah hukumnya fardlu, karena ketika Abu Raziin yang nama aslinya Laqiith ibnu Amir, bertanya kepada Rosulullah mengenai ayahnya yang sudah tua dan mempunyai uzdur. Maka Nabi SAW menjawab ,”Hajikanlah dan umrohkanlah ayahmu itu”.

Apalagi kita yang Allah Swt berikan harta berlebih dan sudah nishab, masih muda dan diberi kesehatan oleh-NYA, tentunya kita harus lebih berpikir. Sampai kapan kita akan hidup? Sampai kapan kita sehat? Masih adakah kita di usia 40,50,60,70 tahun? Apakah kita baru akan sadar setelah mulut yang biasa lantang menjadi bisu, ketika pandangan menjadi kabur, telinga sudah tidak mendengar lagi? Apalagi dihari tak berharga lagi harta benda, dan justru menambah beban hisaban karena tidak digunakan di jalan-NYA.

Pendapat yang mengatakan bahwa ibadah umroh wajib hukumnya bagi mereka yang sudah nishab didukung menurut pendapat jumhur ulama salaf maupun ulama khalaf, begitu pula menurut pendapat Imam Syafi’I, Imam Ahmad, Imam Ishaq dan Imam Tsauri. Malahan Imam Ahmad dalam menanggapi hadis di atas, beliau mengatakan “Aku belum pernah mengetahui suatu hadispun lebih baik dari hadis ini yang menyatakan wajibnya umrah." ( Attaajul jaami’ lil ushuul fii ahaadiitsir Rasuul).
Powered by Blogger.