Ziarah ke Kota Medinah

Sekitar pukul 23 maktu setempat, kami baru bisa keluar dari bendara King Abdul Aziz Jeddah. Setelah menyelesaikan berbagai administrasi yang harus ditempuh. Dengan menaiki sepuluh armada Bis SAPTCO (semacam DAMRI), rombongan pun segera berangkat menuju kota Madinah Al-Munawwarah, dan tiba sekitar pukul 04 subuh. Istirahat sejenak di hotel yang sudah dipersiapkan sampai tiba waktu shalat Subuh sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Alunan Azan pun berkumandang, saling bersahutan dari mesjid-mesjid sekitar hotel. Saat itu kami melaksanakan shalat subuh dalam hotel, karena belum tahu arah jalan ke Masjid Nabawi. Juga lelah yang luar biasa, sehingga kami pun merebahkan tubuh di tempat tidur setelah shalat subuh sampai sekitar pukul 10 pagi waktu Madinah.

Ziarah ke Kota Madinah

Sekalian menunggu waktu dzuhur tiba, saya berinisiatif mengajak teman-teman satu kamar untuk jalan-jalan sekaligus melihat-lihat kota Madinah. Kami berempat, bersama pak Prayitno dari PBNU, pak Suharjo dari pengurus PPP pusat, dan pak Aan Hasan dari sekretariat DPR. Pertama-tama menuju rumah makan, sekaligus mengecek kemampuan bahasa Arab (Amiah) saya yang sudah ditinggalkan selama kurang-lebih lima belas tahun. Subhanallah ternyata semuanya masih segar dalam ingatan. Waktu lima belas tahun saya rasa hanya beberapa minggu saja meninggalkan Saudi Arabia. Saya pun ngobrol panjang lebar dengan pelayan rumah makan yang kebetulan orang Pakistan itu. Selesai makan kami segera menuju Masjid Nabawi, untuk berjamaah Shalat Dzuhur. Suasana di sekitar Masjid Nabawi masih lengang, jemaah belum pada datang. Dari Indonesia saja baru tiba satu kloter. Kami pun bisa leluasa berdo’a di Raudloh dan di Makam Rasulullah SAW.

Jadwal kami di Madinah hanya dua hari, tentu saja tidak bisa melaksanakan arba’in sebagaimana jamaah haji pada umumnya. Panitia mengumumkan untuk segera berkemas persiapan menuju Makkah Al-Mukarramah. Maka pada tanggal 03 Oktober 2011, rombongan pun meninggalkan kota Madinah untuk menuju Makkah Al-Mukarramah dengan melewati tempat-tempat bersejarah seperti Jabal Uhud, Makam Baqi, Masjid Quba, dan Masjid Qiblaten. Setelah kami berziarah ke tempat-tempat bersejarah, tidak lupa menyempatkan mampir ke kebun kurma, sekaligus bagi yang berminat membeli kurma untuk oleh-oleh bekal pulang nanti.
Powered by Blogger.