Bolehkah Berhaji Untuk Orang Lain ??

Berhaji Untuk Orang Lain
Hukum ibadah haji adalah wajib bagi setiap muslim yang telah mampu melaksanakannya, akan tetapi jika umurnya sudah tua ataupun tenaga sudah tidak ada untuk melaksanakannya dalam artian sudah tua, maka ibadah haji tersebut bisa diwakilkan oleh orang lain, misalkan oleh anak atau saudara si calon jemaah haji.

"Bolehkah Menunaikan Ibadah Haji Untuk Orang lain" adalah merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh setiap muslim yang akan melaksanakan ibadah haji ataupun seorang muslim yang berniat akan menunaikan ibadah haji. Pertanyaan tersebut kadang menjadi pertanyaan yang tidak terjawab karena kadangkala setiap ulama memberikan jawaban yang berbeda.

Menunaikan ibadah haji ataupun ibadah umrah untuk orang lain, misalnya orang tua atau saudara anda baik yang masih ada ataupun sudah meninggal, hukumnya adalah diperbolehkan. kata diperbolehkan dalam hal ini adalah jika si calon jemaah memang sudah tua dan tidak sanggup melaksanakan perjalanan ibadah haji.

Jadi apabila diantara anda akan melaksanakan ibadah haji untuk orang tua anda sangat dipersilahkan dan tidak ada larangan mengenai hal tersebut.

Menurut Imam Malik bahwa diperbolehkannya menunaikan ibadah haji untuk orang lain dengan syarat sebelum meninggal dunia mereka berwasiat. Sedangkan menurut imam Syafi'i diperbolehkannya melaksanakan perjalanan ibadah haji untuk orang lain seperti orang tua yang telah meninggal ataupun masih hidup adalah diperbolehkan dengan syarat mereka sudah terlalu tua atau sudah tidak mampu bepergian jauh dan yang menunaikan sudah gugur kewajiban hajinya.

Sebuah hadist menerangkan:
Pada waktu Fadhal bin Abbas berboncengan dengan Rasulullah saw (pada waktu haji wada) datang seorang wanita dari Khast'am dan berkata: "Ya Rasulullah sesungguhnya Allah mewajibkan Hambanya untuk menunaikan ibadah haji, tapi ayah saya sudah terlalu tua sehingga tidak dapat duduk dengan baik diatas kendaraan (Unta). Bolehkah saya menunaikan ibadah haji untuk dia?
Rasulullah saw bersabda: "Ya, boleh" (HR Tirmidzi dan Muttafaq Alaih)

Jika seseorang akan menunaikan ibadah haji untuk orang lain maka dia diwajibkan telah melakukan ibadah haji untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, dan apabila dia belum berhaji atau berumrah untuk dirinya, maka dia tidak boleh melaksanakan ibadah haji ataupun umrah untuk orang lain.

Rasulullah saw mendengar seorang laki-laki berkata: "Labbaika an Syubramah (aku sambut panggilanmu ya Allah untuk Syubramah)"
Rasulullah sw bertanya: "Siapakah Syubramah itu:"
Laki laki tersebut menjawab: "Saudara saya atau orang yang dekat dengan saya".
Rasulullah bertanya:"Apakah kamu sudah menunaikan ibadah haji untuk dirimu?"
Laki laki tersebut menjawab: "belum"
Lalu Rasulullah saw bersabda:"Tunaikanlah ibadah haji untuk dirimu kemudian tunaikan untuk Syubramah" (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)
Powered by Blogger.