Idul Adha di Masjidil Haram


Tanggal 06 November (10 Dzulhijjah). Menjelang Shubuh saya dan rombongan sampai di Masjidil-Haram, mengawali Thawaf Ifadoh tujuh keliling dengan do’a-do’a khusus yang selalu kami panjatkan, seraya diikuti pembacaannya oleh teman-teman team A, dilajutkan dengan Sa’i sengaja dilaksanakan di lantai 4 supaya tidak terlalu padat. baru pada putaran ketiga qomat berkumandang, kamipun menghentikan sa’i dilanjutkan dengan berjamaah shalat shubuh. Selesai shalat melanjutkan empat putaran lagi, sampai pada bilangan ketujuh, berakhir di bukit Marwah. Dilanjutkan dengan tahallul, memotong rambut, sebagai symbol berakhirnya rangkaian rukun haji. Menghadap kiblat dan berdo’a.

Idul Adha Makkah

Keluar dari Masjidil-Haram suasana sudah mulai padat, Thawaf dan sa’i sudah berdesak-desakan, untung saya sudah lebih awal melaksanakannya, (gumam hati). Segera ke Hammam (WC Masjid) jalannya sudah tidak lancar lagi, saya harus keluar disela-sela jamaah haji yang hendak masuk dan keluar masjid. Lama saya menahan ingin buang air, di WC pun antrian tidak terhitung jumlahnya. Sayapun terpaksa buang air di tempat wudlu (semoga Allah SWT mengampuni kebodohan saya) dilanjutkan dengan wudlu. Begitu keluar WC komandopun berkumandang, tanda shalat ‘Iedul adha akan segera dimulai.

Di halaman Masjidil Haram, saya melaksanakan dua rakaat Shalat sunnat ‘Iedul Adha, dilanjutkan mendengarkan Khutbah ’Ied dengan khusyu, walaupun sedikit yang bisa difahami namun saya berusaha menyimaknya sebaik mungkin. Selesai shalat layaknya di tanah air kami bersalam-salaman dengan orang yang berada disamping kanan dan kiri saya. Tidak terasa perut sudah mulai keroncongan, segera mencari rumah makan, membeli sebungkus nasi Bukhori (Ruz Bukhori) nasi khas Timur Tengah yang menjadi favorit saya. Berdua pa Prayitno (dari PBNU) saya makan dengan lahap. Selesai makan kamipun segera pulang dengan menaiki taxi, untuk istirahat sejenak. Kewajiban lain sudah menunggu.
Powered by Blogger.