Kontroversi Mina Jadid

Mina Jadid
Mina Jadid atau Mina Baru adalah nama tempat pembukaan baru bagi para jamaah haji. Perhitungan jaraknya diperkirakan antara empat sampai lima kilometer dari pusat mina dan dari Muzdalifah sekitar 200 m saja hanya menyeberang jalan raya dibawah jembatan layang.

Sebenarnya yang menyebut Mina Jadid adalah jamaah Indonesia, di Saudi sendiri tidak dikenal dengan istilah itu, yang ada adalah Mina. yang sering menjadi persoalan, terutama dikalangan para ulama Indonesia banyak yang menganggap tidak sah mabits di Mina Jadid sehingga bagi yang beranggapan tidak sah, mereka keluar dari tenda dan menuju ke wilayah Mina untuk mabits.

Selesai shalat Maghrib saya memimpin team jalan kaki mencari tenda yang berlokasi di Mina Jadid. Tidak lebih dari setengah jam rombonganpun sampai di tenda yang bertuliskan Maktab 4 yang akan menjadi tempat tinggal sementara sebagian jamaah haji Indonesia. Langsung disambut oleh teman-teman yang sudah dari tadi berada di sana. Ketua Sektor I mengarahkan tugas kami, untuk memasukkan para jamaah ke tenda-tenda sesuai dengan maktabnya masing-masing. Kamipun segera menuju lokasi-lokasi yang sudah ditentukan oleh panitia, mengadakan penyambutan alakadarnya terhadap para Jamaah yang baru turun dari bis, seraya mempersilahkan masuk ke tendanya masing-masing.

Tanggal 09 atau malam 10 Dzulhijjah sekitar pukul 11 malam waktu setempat, para Jamaah sudah memasuki tendanya masing-masing. Tugas sayapun sudah selesai, kemudian bergabung dengan teman-teman dari team lain. Merumuskan langkah-langkah yang akan ditempuh. Akhirnya disepakati untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Muzdalifah menunggu lewat tengah malam. Sekitar Pukul 12.30 waktu Muzdalifah, kami melanjutkan perjalanan ke tempat jamarat di Mina. Rombongan dari Muzdalifah ke Mina seperti layaknya rombongan pawai 17 Agustusan di Tanah air, hanya jumlahnya yang sangat banyak sampai tidak ketemu dimana ujung pangkalnya. Saya berada diantara rombongan itu, letih dan lelah pun tidak sempat saya rasakan, berganti perasaan bahagia tiada tara yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Powered by Blogger.