Mabith di Muzdalifah


Mabith di Muzdalifah
Tanggal 05 November 2011 (09 Dzulhijjah), pukul 5 sore waktu setempat saya beserta team siap-siap menuju Muzdalifah untuk melewatkan tengah malam di sana sambil mencari batu kerikil yang akan dipergunakan ibadah jumrah.

Sebelum jamaah haji diberangkatkan dari Arafah, kami para petugas harus sudah berangkat lebih awal karena akan menyiapkan tempat mabits jamaah selama di Muzdalifah nanti. Kebetulan saya memasuki bis yang terakhir, karena petugas yang lain sudah lebih dahulu meninggalkan Arafah. Jalan-pun masih belum begitu padat, tapi sebentar lagi jalan akan sesak karena jamaah sudah diberangkatkan.

Lewat maghrib kami sampai di Muzdalifah, turun dari bis menuju lapangan yang sangat luas dan masih kosong menunggu kedatangan jamaah yang akan mabits. Setelah mengambil air wudlu di jamban umum, kami berjamaah Shalat Maghrib jama taqdim dengan Isya. Saya mengimami shalat maghrib waktu itu ditengah lapang dengan angin kencang yang sangat dingin sampai beberapa kali membuat tikar dan sajadah harus dibetulkan karena tertiup angin. Saya menengadahkan tangan memimpin berbagai do’a yang saya panjatkan. Semua do’a yang saya bisa dipanjatkan memohon berbagai kebaikan dari Allah SWT. Berbagai perasaan berkecambuk dalam jiwa ini, terutama kebahagiaan yang tiada tara. 15 tahun saya meninggalkan tanah Haram dan sekarang sampai lagi di tempat mulia ini. Semoga bukan untuk yang terakhir.
Powered by Blogger.