Melontar Jumrah Aqobah

Kegiatan jamaah haji di tanah suci pada tanggal 10 Dzulhijah adalah melontar jumrah aqobah. Waktu melempar adalah dimulai lewat tengah malam sampai subuh tanggal 11 Dzulhijah.

Jumrah Aqobah

Salah satu hadis riwayat Imam Tirmidzi yang menyatakan tentang waktui jumrah aqobah:
"Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kamu melontar Jumrah Aqobah sehingga terbit matahari" (HR. Imam Tirmidzi)

Ibnu Abbas berkata:

Rasulullah Saw pernah ditanya oleh sahabat ketika beliau berada di Mina pada hari Nahar (10 Dzulhijah): "Ya Rasulullah, saya melontar jumrah sesudah sore hari", beliau bersabda: "Tidak apa-apa" (HR. Bukhori)

Tanggal 06 November 2011 (10 Dzulhijjah) Sekitar pukul 02.30 dinihari, saya sampai di tempat jamarot Mina. Suasana tidak begitu padat karena Jamarat sudah dibagi menjadi empat lantai. Sayapun berbaris mengikuti barisan lain yang sudah sejak awal ada disana.

Bismillahi Wallahu Akbar satu-demi satu batu kerikil yang dikumpulkan di Muzdalifah saya lemparkan. Tak…. Bunyi batu yang persis mengenai sasaran, konon sebagai symbol pelemparan Iblis laknatullah yang pernah menggoda Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail AS beberapa abad silam. Tujuh kali saya lempar, tujuh kali bunyi itu saya dengar. Alhamdulillah sebagian rukun haji sudah dilaksanakan, saya menghadap kiblat diikuti teman-teman dari team A, memimpin do’a dan yang lain mengamininya.


"Ya Allah izinkanlah kami kembali ke RUMAHMU...Ya Allah biarkanlah kami menangis mengingat dosa dosa yang telah kami perbuat, Ya Allah Jadikanlah hambamu ini orang yang kau ridhoi masuk Jannahmu bersama istri kami, anak kami, orang tua kami dan keluarga kami...Ya Allah"

Video Perjalanan menuju Jumrah Aqobah

Selesai jumrah Aqobah saya dan rombongan bergegas meninggalkan Mina pada malam itu, dengan harapan bisa langsung ke al-Masjidil-Haram untuk melaksanakan Thawaf Ifadoh. Ingin segera menyelesaikan rangkaian rukun-rukun haji. Diperjalanan saya dan rombongan mampir ke hotel tempat kami tinggal, untuk mandi dan membersihkan badan sekaligus mengganti kain ihram yang sudah kotor dengan baju biasa, hal ini  bisa dilakukan karena sudah tahalul awal.
Powered by Blogger.