Pengalaman Petugas Haji Ketika Wukuf Arafah

Wukuf Arafah 2011
Suasana Ketika Wukuf di Arafah
Puncak Ibadah Haji adalah Wukuf di Arafah (pada tanggal 9 Dzulhijjah), pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 05 November 2011. Kesibukan di kantor sector sudah mulai terasa, tamu-tamu dari kantor maktab (orang-orang Saudi) sudah mulai berdatangan. Mengatur rute perjalanan ke Arafah, Muzdalifah dan Mina. Begitu juga tamu-tamu dari ketua-ketua kloter sekitar sector I, keluar masuk kantor menanyakan perihal jadwal keberangkatan ke Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah nanti. Para tamu tersebut diterima oleh ketua Sektor atau wakil ketua (bpk. Muhammad Yusuf).

Petugas Sektor Makkah, pada hari Arafah tidak ada tugas khusus. Kecuali sebagian kecil yang ditugaskan untuk mengawal catering di Arafah, Muzdalifah dan Mina (ARMINA). Adapun yang bertugas di wilayah ARMINA nanti adalah teman-teman dari petugas Madinah. Saya dan teman-teman dari team adalah melaksanakan wukuf sebagaimana layaknya Jamaah haji, namun diwajibkan membantu jamaah seandainya ada masalah yang diperlukan.

Tanggal 04 November 2011 (bertepatan dengan tanggal 08 Dzulhijjah 1432 H.) para jamaah haji sudah ramai sejak subuh, bahkan sebelum subuh jalanan Mahbas Jin – Mina penuh dengan para pejalan kaki, kebetulan Mabas Jin merupakan jalan tembus antara Masjidil Haram ke Mina. Mereka yang berjalan kaki adalah adalah kelompok napak tilas yang ingin melewatkan malam 9 Dzulhijjah di Mina, sehingga besok harinya langsung berangkat ke Arafah untuk Wukuf. Alasannya karena Rasulullah melakukan demikian. Kelompok ini disebut dengan istilah Tanazzul. Untuk bisa Tanazzul ini ada prosedur khusus yang harus dilalui, diantaranya dengan melaporkan jumlah jamaah yang mau ber –tanazzul dan siapa yang bertanggung jawab terhadap jamaah, seraya mengisi blangko isian tentang tanazzul. Dari tanah air biasanya ada beberapa organisasi keagamaan yang melaksanakan tanazzul ini. Adapun para Jamaah haji umumnya pada tanggal 08 Dzulhijjah langsung menuju Arafah menggunakan kendaraan Bis, jaraknya tidak terlalu jauh. Namun karena padatnya jalan dan banyaknya jamaah, perjalanan ke Arafah bisa memakan waktu berjam-jam. Sampai di Arafah memasuki tenda-tenda yang sudah dipersiapkan, untuk bermalam dan menunggu besok sebagai hari Arafah.

Saya dan team, ba’da Asar persiapan ke Arafah. Pemberangkatan dari kantor Daker bersama-sama dengan teman-teman yang dari sektor-sektor lain yang berada di wilayah Makkah. Selesai shalat Magrib saya baru mendapatkan bagian Bis. Bismillah, kami memulai perjalanan ke Arafah yang padat merayap. Layaknya perjalanan di tanah air ketika menjelang lebaran. Jam 9 malam kami baru tiba di Arafah. Segera berhamburan mencari tenda untuk beristirahat, melepas lelah setelah aktifitas seharian.

Entah jam berapa kami bisa memejamkan mata, akhirnya adzan Subuh-pun berkumandang. Bangun pagi dan segera menuju kamar mandi umum dan masya Allah, alangkah banyaknya orang yang ngantri ke kamar mandi. Kalau tidak salah, saya adalah antrian ke 12. Hanya buang air dan membasuh muka, dilanjutkan dengan wudlu. Selanjutnya berjamaah di luar tenda dengan beratapkan langit. Yang bertindak sebagai imam shalat shubuh adalah pak Badrun ketua sector kami.

Tanggal 05 November 2011 (09 Dzulhijjah 1432 H.) Selesai shalat subuh, kami berhamburan mencari sarapan pagi (futur) di tempat-tempat yang sudah dipersiapkan panitia. Haripun merangkak terang, siang segera datang, suasana menjadi ramai. Saya berdiri di depan tenda, menikmati suasana pagi di Arafah seraya melayangkan pandangan ke semua penjuru. Subhanallah, hamparan tenda-tenda yang tiada ujungnya. inilah para dluyufurrahman, yang mengharapkan Maghfirah-Mu ya Allah Ampuni kami, terimalah ibadah kami, mabrurkan haji kami. Tidak terasa bibir ini bergumam, tak terbendung air mata menetes membasahi pipi yang penuh dosa ini.

Menjelang Dzuhur para jamaah Haji sudah berada di tendanya masing-masing karena akan mendengarkan khutbah Arafah (dipimpin oleh petugas yang sudah ditentukan), biasanya oleh petugas PPIHI. Adapun saya dan rombongan, bersebar menyusup ke tenda-tenda jamaah, mengikuti khutbah Arafah di mana saja yang bisa kami mengikutinya. Inilah detik-detik yang sangat dinantikan oleh para jamaah haji, karena tidak semua ummat Islam bisa merasakan moment seperti ini. Adapun bagi jamaah haji yang sakit, maka pada hari ini melaksanakan wukuf sambil lewat dalam Ambulance atau mobil yang sudah ditentukan, tidak sedikit mereka yang harus diselang oksigen karena seriusnya penyakit. Inilah yang disebut dengan istilah safari Wukuf.
Powered by Blogger.