Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Umrah adalah merupakan haji kecil, yang waktu pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada lima hari yaitu tanggal 9-13 Djulhijjah. Lakukanlah umrah setidaknya sekali seumur hidup untuk menggugurkan kewajiban atas umrah.

Pelaksanaan umrah banyak dilakukan pada bulan ramadhan, karena bulan tersebut adalah merupakan bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat dan bulan penuh maghfiroh dan ada beberapa hadist yang menyatakan keutamaan mengenai umrah pada bulan tersebut.

Dari Ibnu abbas r.hum.a meriwayatkan bahwa Ummu Salaim r.ha pernah datang kepada rasulullah saw, dan berkata: "Ya rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah."Rasulullah saw, menjawab "Wahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalambulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku."

Dari keterangan hadist diatas bisa disimpulkan bahwa pergi melakukan umrah pada bulan ramadhan, pahalanya adalah sama dengan haji yang dilakukan bersama rasulullah saw.

Wajibnya Umrah dan Haji

Ketika rasulullah saw pergi menunaikan haji, istri salah seorang sahabat memberi tahu suaminya, "Tolonglah aku untuk ikut untuk menunaikan haji bersama Rasulullah saw." Dia menjawab, "Aku tidak mempunyai unta untuk tungganganmu menunaikan haji." Istrinya menjawab, "Tetapi kamu mempunyai seekor lagi." Dia menjawab " Aku tidak mungkin menaikan kamu diatas unta itu karena aku telah mewakafkannya di jalan Allah." Akibatnya istri sahabat tersebut tinggal di rumah.
Setelah Rasulullah saw kembali dari berhaji, beliau diberitahu mengenai hal itu, kemudian Rasulullah saw bersabda, "Pergi menunaikan haji di atas unta adalah seolah-olah berada di jalan Allah dan jika si istri pergi dengannya (unta yang telah diwakafkan) bukanlah suatu kesalahan baginya", setelah itu sahabat tersebut berkata "Ya Rasulullah saw, istriku mengirim salam kepadamu dan bertanya, apakah penggantinya atas terlepasnya haji bersama engkau? "Rasulullah saw menjawab, "Sampaikanlah salamku kepada istrimu dan beritahukan kepadanya supaya melakukan satu umrah pada bulan Ramadhan, demikian itu sama menunaikan ibadah haji bersamaku (Abu Dawud)

Peristiwa yang sama dialami oleh Ummu Sinan r.ha, Ummu Maqal r.ha, Ummu Tulaiq r.ha dan Ummu Hasyim r.ha, mereka semua ingin menunaikan haji bersama Rasulullah saw, akan tetapi karena suatu hal, mereka tidak bisa melakukannya, dan kepada orang-orang itu rasulullah saw memberikan jawaban yang sama.

Dalam hal ini jika seseorang menganggap bahwa apabila umrah yang dilakukan pada bulan Ramadhan adalah bisa menggugurkan fardhu haji atas dirinya, maka pandangan tersebut adalah keliru. Akan tetapi maksud dari hadist-hadist diatas adalah jika seseorang pergi berumrah pada bulan ramadhan, maka atas rahmat Allah SWT, pahalanya adalah sama dengan pahala berhaji dengan Rasulallah saw jika umrah yang dilakukannya adalah merupakan umrah mabrur disisi Allah swt.
Powered by Blogger.