آخر الأخبار

Friday, November 30, 2012

Sejarah dan Pembangunan Masjidil Haram



Masjidil Haram sejak dibangunnya Ka'bah al Musyarrafah sampai dengan masa permulaan Islam terdiri dari halaman yang luas dan ditengahnya ada Kabah, tidaklah ada dinding yang mengelilinginya, hanya bangunan rumah-rumah penduduk Mekah yang mengelilingi halaman itu, seakan-akan dia adalah dindingnya.

Di sela rumah-rumah ini ada lorong-lorong yang mengantar ke Kabah, dinamai dengan nama-nama kabilah-kabilah yang melaluinya atau yang berdekatan dengannya, diperkirakan luas Masjidil Haram pada masa Nabi shallallahu 'alahi wa sallam antara 1490m2 — 2000 m2.

Perluasan Masjidil Haram dari masa ke masa
Peta Perluasan Masjidil Haram
Dan dari masa ke masa tempat thawaf diperluas berkali-kali, agar dapat mencukupi dengan bertambahnya jumlah orang-orang yang thawaf, maka dari itu pada tahun 17 H /638 M Umar bin Khatthab al Farug membeli rumah-rumah yang menempel dengan Masjidil Haram dan menghacurkannya. serta memasukkan area tanahnya ke dalam Masjidil Haram, mengubininya dengan hamparan kerikil, kemudian dia membangun tembok mengelilingi masjid setinggi kurang satu depa (6 kaki), dan membuatkan beberapa pintu, dan lampu-lampu minyak penerang masjid diletakkan di dinding ini, diperkiran luas tambahan ini adalah 840m2.

Ini adalah perluasan pertama untuk Masjidil Harem. Di tahun 26 H/ 646 M Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu menjadikan bagi masjid koridor-koridor sebagai tempat berteduh untuk orang-orang, diperkirakan luas perluasan ini 2040m2. Di tahun 65 H/ 684 M setelah Abdullah bin Zubair radhiyallahu 'anhuma menyelesaikan pernugaran Ka'bah. dia memperluas Masjidil Haram dengan sangat besar. sehingga menuntut untuk memberikan atap di sebagian darinya, diperkirakan perluasan ini mencapai 4050m2.

Dan di tahun 91 H / 709 M, Khalifah Umawi Walid bin Abdul Malik mennerintahkan untuk perluasan Masjidil Haram, dan membangunnya dengan bangunan yang kokoh, dan mendatangkan untuknya pilar-pilar marmer dari Mesir dan Syam, dan Ujungnya diberi lempengan emas, dan masjid diatapi dengan kayu sajj (semacam kayu jati) yang dihiasi. Dan dibikin untuknya beranda, di temboknya diberi lengkungan dan di alas lengkungannya di beri mosaic (kepingan batu), perluasaan ini adalah untuk bagian timur, diperkirakan tambahan ini seluas 2300m2.

Di tahun 137 H / 754 M Khalifah Abu Ja'far al Nilanshur al Abbasi memerintahkan untuk memugar Masjidil Haram dan memperluasnya serta menghiasinya dengan emas dan mosaic. dan dia adalah orang pertama yang menutup Hijir Ismail dengan marmer, diberkirakan tambahan ini seluas 4700m2. Dan di tahun 160 H/ 776 M Khalifah al Mahdi memperluas Masjidil Harem dari arah timur. barat dan utara, dan tidak memperluas bagian selatan disebabkan adanya jalan untuk air bah Wadi Ibrahim, tanibahan perluasan ini diperkirakan 7950m2. Dan tatkala Khalifah al Mahdi menunaikan haji tahun 164 H/ 780 M dia memerintahkan agar jalan air bah wadi Ibrahim dipindah, dan memberluas bagian selatan sehingga Masjidil Haram menjadi segi empat, tambahan perluasan ini di perkirakan mencapai 2360m2.

Dan di tahun 281 H/ 894 M Khalifah al Mu'tadhid Billahi memasukkan Daar An Nadwah ke dalam Masjidil Haram, rumah ini cukup luas terletak di arah utara masjid, memiliki halaman yang luas, dahulunya biasa disinggahi oleh para khalifah dan gubernur, kemudian ditinggalkan, maka dimasukkanlah ke dalam masjid, dibangun di atasnya menara. dan diramaikan dengan pilar-pilar dan kubah-kubah serta koridor-koridor, diatapi dengan kayu saj yang dihiasi, tambahan in diperkirakan seluas 1250m2. Dan di tahun 306 H/ 918 M Khalifah al Muqtadir Billah al Abbasi memerintahkan agar menambah pintu Ibrahim di arah barat masjid, dahulunya adalah halaman yang luas di antara dua rumah Siti Zubaidah, luasnya diperkirakan 850m2. Dan ditahun 979H/ 1571 M Sulthan Salim al Utsmani memugar bangunan masjid secara total, tanpa menambah diluasnya, dan bangunan ini tetap ada sampai sekarang dikenal dengan bangunan Ottoman.

Masjidil Haram Masa Lalu

Dan di tahun 1375 H/ 1956 M, dimulailah perluasan Saudi yang pertama, meliputi semua arah, menambahkan ke dalam masjid suatu bangunan yang indah, terdiri dari tiga lantai. Dan pada perluasan ini dibangun tempat sa'i untuk pertama kalinya, dan digabungkan ke dalam Masjidil Haram, yang dahulunya adalah pasar, sehingga luas masjid menjadi 193.300m2 dengan tambahan seluas 153.000m2. sehingga masjid dapat menampung sekitar 400 ribu jemaah shalat, yang sebelumnya hanya menampung 50 ribu.

Dan di tahun 1409 H / 1989 M, Khadimul Haramain Raja Fand bin Abdul Aziz memerintahkan untuk memperluas Masjidil Haram dari arah barat: dari pintu Umrah sampai ke pintu Raja Abdul Aziz dengan luas mencapai 76.000 m2, terbagi menjadi lantai dasar, basements dan lantai satu serta loteng(atap), tambahan ini dapat menampung sekitar 152.000 jemaah shalat, dan di atas kedua sisi pintu Utama perluasan (pintu Raja Fand) ditambahkan dua menara, sebagaimana didirikan 3 kubah baru yang berdampingan di atas loteng bangunan barn, dan didesain dengan ac central dibuat terminalnya di Ajyad, sebagaimana perluasan juga meliputi pembangunan halaman luar masjid dan pengubinannya dengan marmer putih, seperti halaman pintu Raja Fand, pintu Raja Abdul Aziz, halaman Syamiah dan halaman yang terletak di timur tempat sa'i, luas halaman ini mencapai 85.000m2 cukup untuk menampung 190.000 jemaah shalat, dengan itu luas global Masjidil Haram meliputi loteng dan halaman 356.000m2, cukup untuk menampung lebih dari satu juta jemaah shalat.

Pada tahun 1428 H Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz hafidhahullah, memerintahkan untuk memugar bangunan tempat sal dan memperluasnya ke arah timur 20m, dengan tambahan lantai tiga, maka lebarnya menjadi 40m. dan luasnya secara keseluruhan 72.000m2 setelah sebelumnya 29.400m2, dan direhab pembangunan tempat sal, area Shafa dan Marwa dengan kubah-kubah baru dan menara, maka dibangun 4 escalator baru di arah Marwa digunakan untuk mengkosongkan tempat sa'i dari jema'ah. dan di lantai satu dan dua dibuat jalan khusus untuk orang-orang sakit dan manula, maka luas bangunan ini secara menyeluruh , mencakup semua lantai di tempat sal dan tempat-tempat pelayaanan sekitar 125.000m2.

Dan di tahun 1429 H Khadimul Haramain Raja Abdullah memerintahkan untuk memperluas halaman-halaman bagian utara Masjidil Haram dengan kedalaman 380m kira-kira, membangun terowongan untuk pejalan kaki dan pusat pelayanan dengan luas 300 ribu meter persegi, diperkirakan dapat menampung sampai 250 jemaah shalat.



Sejarah dan Pembangunan Masjidil Haram
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Top