Haji Wada

Haji Wada Rasulullah SAW

Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah pergi menunaikan ibadah haji selama lima malam pada penutup bulan Dzul Qa’dah.” Ketika beliau berniat untuk mengadakan perjalanan, ada sekitar seratus ribu labih sahabat bersiap-siap untuk menunaikan ibadah haji bersama beliau. Mereka adalah kaum muslimin di Mekah, serta para utusan dari berbagai wilayah dan beberapa kabilah yang telah masuk Islam.

Saat itu Rasulullah didampingi semua istrinya. Beliau bersama rombongan hajinya berangkat dari Madinah pada hari Sabtu, antara waktu Zhuhur dan Asar. Perjalanan haji ini disebut dengan haji Islam, haji al-Balagh (penyampaian), dan haji Wada’ (perpisahan).

Haji Wada Rasulullah

Haji Wada’ Pada Tahun 10 H

Rasulullah berangkat dari Madinah pada tahun 25 Dzul Hijjah 10 H sesudah Dzuhur. Ketika tiba di Dzul Hulaifah, beliau mandi untuk memulai Ihramnya, meminyaki rambut, memakai wewangian, serta mengenakan sarung dan selendangnya. Kemudian beliau berniat ihram untuk haji, umrah dan menjadikannya sebagai haji Qiran. Tatkala sampai tujuan, beliau bertalbiyah dengan mengucapkan,

“Labbaik Allahumma labbaik, Labaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulka, laa syariika lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu. Segala puij, nikmat dan kekuasaan hanya milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu).”

Rute Perjalanan Rasulullah SAW saat haji Wada’ tahun 10 H

Ketika mendekati kota Mekah, Rasulullah singgah di Dzu Thuwa dan bermalam disana pada malam minggu tanggal 4 Dzul Hijjah. Lalu, beliau mengerjakan Shalat Subuh dan mandi di sana. Siang harinya, Rasulullah memasuki kota Mekkah dari jalan atas. Ketika telah memasuki Masjidil Haram, beliau langsung melaksankan thawaf di Baitullah dan Sa’i antara Shafa dan Marwa. Beliau tidak bertahalul dari ihramnya karena hendak melaksankan haji Qiran dan menggiring hewan sembelihan.

Kemudian, beliau memerintahkan para sahabatnya yang tidak memiliki hewan sembelihan untuk menjadikan hajinya sebagai umrah. Kemudian mereka thawaf di Baitullah dan Sa’i antara Shafa dan Marwa, kemudian bertahalul. Selama menunaikan ibadah haji, Rasulullah dan para sahabat bermukim di Mekah selama empat hari dari hari Ahad sampai hari Rabu.

Kapan Haji Diwajibkan?

Setelah Nabi menyampaikan misi kerasulannya dan membebaskan kota Mekah dari kaum kafir, orang-orang berbondong-bondong memeluk agama Allah. Setelah itu, Allah mewajiban haji bagi umat Islam pada akhir tahun 9 H. Lalu, Rasulullah memutuskan untuk melaksanakan haji dan mengumumkan keputusan tersebut. Ketika mendengar kabar bahwa Rasulullah hendak melaksanakan haji tahun ini, kaum muslimin berdatangan ke Madinah dalam jumlah yang besar. Mereka ingin menunaikan dan menyempurnakan ibadah haji bersama Rasulullah
Powered by Blogger.