Khutbah Rasulullah Saat Haji Wada

Khotbah Rasulullah di Haji Wada

Ibnu Ishaq menyampaikan bahwa Rasulullah lalu menunaikan ibadah hajinya. Beliau menunjukkan cara melaksanakan ibadah haji serta sunnah-sunnahnya pada semua umatnya. Beliau menjelaskan segala yang perlu dijelaskan dalam khutbahnya. Setelah memuji dan mengagungkan-Nya. Beliau bersabda,


“Wahai umatku sekalian, dengarkanlah apa yang akan aku katakan in karena mungkin selepas tahun ini, aku tidak akan berjumpa lagi dengan kalian di tempat ini untuk selamanya. Wahai saudaraku, darah dan harta benda kalian itu suci (haram diganggu satu sama lain) hingga kalian bertemu Allah kelak, sebagaimana kesucian hari dan bulan ini. Kalian pasti akan menghadap Allah, lalu Dia meminta pertanggungjawaban amal perbuatan kalian. Ingatlah aku telah menyampaikan kepada kalian risalah ini.

Siapa saja yang diserahi amanah, sampaikanlah amanah itu kepada yang berhak menerimanya. Segala perbuatan riba sudah dilarang. Namun, kalian berhak menerima kembalian modal kalian. Jangan menzhalimi pihak lain, dan jangan mau dizhalimi. Allah telah memutuskan bahwa tidak ada lagi riba. Sesungguhnya riba yang dilakukan Abbas bin Abdul Muthalib sudah tidak berlaku. Semua tuntutan darah pada masa jahiliah dihapuskan. Tentu darah pertama yang ku hapuskan adalah darah Ibnu Rabi’ah bin al-Harits bin Abdul Muthalib. Dia mencari perempuan yang menyusuinya dari bani Laits, tetapi perempuanitu dibunuh oleh Hudzail. Amma ba’ad.

Wahai saudaaraku sekalian, sesungguhnya setan talah merasa putus asa untuk disembah di tanah kalian ini selamanya. Akan tetapi ia akan sangat bangga jika dipatuhi dalam hal paling kecil sekalipun. Untuk itu, waspadalah dan jagalah agama kalian baik-baik.

Saudaraku sekalian, menunda-nunda berlakunya larangan pada bulan suci berarti memperbesar kekufuran. Hal ini membuat orang kafir semakin sesat. Mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain agar dapat melanggar ketentuan pada bulan yang sudah diharamkan Allah. Kemudian merekapun menghalalkan apa yang diharamkan Allah danmengharamkan apa yang dihalalkan Allah.

Zaman terus berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi.jumlah bilangan bulan menurut hitungan Allah adalah dua belas bulan, empat bulan diantaranya adalah bulan haram, yaitu tiga bulan berturut-turut (Syawwal, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah) dan bulan Rajab, antara bulan Jumadats Tsaniah dan Sya’ban.

Wahai umatku sekalian! Kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian, begitu juga sebaliknya, istri-istri kalian mempunyai hak atas kalian. Hak kalian adalah melarang mereka menerima laki-laki lain di tempat tidur kalian dan melarang mereka berbuat nista. Allah mengizinkan kalian untuk meninggalkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka denga pukulan yang tidak mencederai jika mereka berhenti, mereka berhak mendapatkan bafkah dan pakaian mereka secara patut. Berlaku baiklah kepada istri kalian. Mereka itu adalah tawanan di tanga kalian yang tidak memiliki apapun untuk diri mereka. Kalian telah menerima meraka sebagai amanah Allah. Kalian jga menjadikan kehormatan mereka halal bagi kalian denga kalimat Allah. Perhatikanlah kata-kataku ini saudara sekalian, dan ingatlah bahwa aku telah menyampaikannya!

Aku telah mewariskan Kitabullah dan sunah Rasulullah ke tangan kalian. Jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat selamanya.

Wahai umatku, dengarkan dan pahamilah perkataanku ini! Pelajarilah bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain; semua muslimin itu bersadara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu dari saudaranya selain apa yang diberikannya dengan senang hati. Janganlah kalian menzhalimi diri sendiri. Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan ajaran-Mu?”

“Ya Rabb, sudah beliau sampaikan!” Jawab para sahabat.

“Ya Rabb, saksikanlah ini!” Lanjut Rasulullah

Khutbah Rasulullah Saat Haji Wada

Ini adalah satu-satunya ibadah haji Rasulullah, yang kemudian disebut dengan Haji Wada’. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan kata-kata perpisahan kepada umatnya. Setelah itu, beliau tidak pernah lagi menunaikan ibadah haji hingga kembali ke haribann-Nya.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku,dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama kalian,” (QS. al-Ma’idah [5]: 30).
Powered by Blogger.