Jabal Rahmah

Gunung yang yang bersejarah yang di jadikan sebagai tujuan ziarah bagi ummat islam dari seluruh dunia setelah selesai daripada melaksakan ibadah haji ataupun melaksanakan ibadah umroh, adalah berkunjung ke Jabal Rahmah atau dinamakan juga dengan jabal Arofah. Sebuah bukit kecil yang terletak di sebelah timur padang Arofah tersebut selalu ramai di kunjungi oleh jamaah haji ataupun jamaah umroh. Dikala musim umroh ada puluhan ribu orang yang datang berziarah dan mendaki bukit yang mempunyai ketinggian enam puluh meter dari permukaan.

Jabal Rohmah

Jabal Rahmah yang konon katanya merupakan sebuah tempat pertemuan nenek moyang manusia yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa. Tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa ini di tandai dengan sebuah tugu terbuat dari beton stinggi delapan meter. Di bawah kaki bukit telah di beri paping belok yang cukup rapi. Area jabal rahmah di lingkari oleh jalan yang cukup luas. Bukit ini dapat di daki dengan  mudah karna sudah disiapkan jalan pendakian yang berupa anak tangga yang cukup lebar sehingga memudahkan jamaah untuk cepat sampai ke puncak bukit. Sepanjang tangga mendaki bukit akan di temui pengemis yang bejejer dengan berbagai macam experesi untuk menarik belas kasian peziarah."baba baba" "undunisi undunisi undunisi" (baca maksudnya orang indonesia), "yallah yallah", ungkapan seperti ini akan di dengar dari mulut mereka.

Pada hari Arofah yang bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhiljah atau puncak dari pada pelaksanaan ibadah haji jabal rahmah merupakan tempat wukuf yang paling di jaga ketat bahkan kesannya dibentengi seperti pagar betis oleh polisi atau tentara (baca askari). Sering terjadi kecelakaan, jemaah terpeleset disaat mendaki dikala manusia penuh sesak diatas bukit untuk melaksanakan wukuf.


View Larger Map

Dari bebrbagai macam travel haji ataupun travel umroh, Jabal rahmah dijadikan sebagai tempat tujuan Ziarah yang utama. Pada musim umroh, terdapat puluhan ribu orang yang datang berziarah ketempat tersebut setiap harinya. Peziarah yang datang saat turun dari bis biasanya selalu di sambut oleh tukang potret siap jadi dan tukang ojek onta yang menawarkan jasa mereka kepada para peziarah.  Dan jamaah pun harus berhati-hati ketika di tawarkan oleh mereka untuk di potret ataupun ditawarkan untuk menunggang unta.

Dari beberapa pengalaman penulis sebagai pemandu/mutawif, yang perlu di perhatikan oleh peziarah diantaranya adalah:
1. Ketika turun dari bis ada beberapa tukang jepret kamera dan ojek unta keturunan Yaman, peziarah jangan melayani mereka, sebaiknya langsung mengikuti apa yang diarahkan oleh mutawif.
2. Jamaah laki-laki biasanya langsung di kenakan sorban oleh mereka untuk di poto bahkan kesannya memaksa, katakanlah  "Laa...Laa" (baca tidak) pada mereka.
3.  Jika anda ingin di jepret untuk berphoto maka buatlah perjanjian dulu, perjepret fotonya berapa real dan jangan mau bayar kalau ternyata di jepret sepuluh kali di luar perjanjian jika dia memaksa di suruh membayar maka katakanlah "haram haram haram" (tidak boleh), kemudian panggil mutawif untuk berbicara dengan mereka.
4.Jika naik ojek unta untuk satu kali putaran  tarifnya sepuluh real saja dan gunakan uang pas. Jika anda seorang wanita yang pingin mencoba, maka anda harus berdua dan harus di temani mahram dan jika tidak ada mahram maka sebaiknya urungkan niat anda.
5.Bagi yang ingin mendaki bukit Jabal Rahmah gunakanlah tangga pendakian, sebaiknya hindari track pendakian yang melalui jalan setapak.
6. Sebaiknya tas pinggang letakkan di posisi depan, ketika mendaki bukit yang melewati tangga.
7.Janganlah mencoret-coret batu-batu dan tugu tempat penanda bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa dengan tulisan nama-nama calon pasangan, atau anak anda atau keluarga apalagi dengan niat suatu ibadah, atau meletakkan photo dibawah batu.
8. Janganlah sholat menghadap ke Jabal Rahmah karena sholat hanya menghadap ke Kiblat
9. Patuhilah apa yang di sarankan oleh petugas dari kementerian haji Arab Saudi yang selalu memberikan penjelasan tentang larangan bahaya syirik ketika berada di Jabal Rahmah.
Powered by Blogger.