Kiswah Kabah, Sejarah dan Pembuatannya

Mengenal Kiswah Ka'bah

Kiswah adalah kain yang digunakan untuk menutup Ka,bah, dan Ka'bah memiliki dua kiswah, luar dan dalam.

Kiswah luar, orang yang pertama meletakkannya adalah Nabi Ismail Alaihissalam, dan ada juga yang berpendapat bahwa orang yang pertama kali meletakannya adalah Raja Taba'al Himyari. Rasulullah SAW telah memberi kiswah Ka'bah dengan kain yang berasal dari Yaman, dan turut sunahnya ini ini para khalifah, gubernur dan para raja.

Kiswah Kabah dan Sejarahnya

Dahulunya, kiswah yang baru diletakkan diatas kiswah yang lama, dan ketika khalifah Al Mahdi al Abbasi menunaikan ibadah haji tahun 160 H penjaga Ka'bah mengeluhkan hal ini, maka dia memerintahkan agar tidak diletakkan kiswah lebih dari satu, dan mulai saat itu berjalanlah hal itu sampai saat ini.

Dahulunya di zaman dinasti Umawiah dan dinasti Abassiah kiswah dikirim dari ibu kota pemerintahan, namun tatkala keadaan pemerintahan melemah maka kiswah biasa dikirim dari Mesir dan Yaman. Dan pada masa keemasan khilafah Ottoman kiswah dikirim dari ibu kota Istanbul, namun tatkala kondisi negara Ottoman melemah maka diwakilkan kepada Muhammad Ali Basya gubernur Mesir untuk mengirim kiswah setiap tahun dari Mesir. Dan pada masa kerajaan Arab Saudi, Raja Abdul Aziz al Saud memerintyahkan pada tahun 1346 H untuk mendirikan pabrik khusus pembuatan kiswah di Mekah Al Mukarramah.

Kain Kiswah

Dari masa ke masa masa kiswah Kabah dibuat dari berbagai macam kain dan warna yang berbeda beda, seperti kain dari bulu domba, kulit, hushr, kain merah dari Yaman, kain besar satu tenunan, sutera, kain kain Yaman, Mesir dan Iraq, Sutera hitam, merah, putih, kuning dan hijau.

Saat ini kiswah dibuat di pabrik kiswah dio Mekkah Al Mukarramah dengan bahan dari sutera murni yang dicelup dengan warna hitam, dan diukir diatasnya dengan cara Jacquard.

Tulisan dalam Kiswah Ka'bah

Tulisan dalam kiswah Ka'bah adalah "Laailaahailallah Muhammad Rasulullah, Allah jalla jalaaluhu, Subhanallah wabihamdihi, Subhanallahil adhim, Ya Hannan, Ya Mannan" dan seperti angka tujuh yang berulang ulang dan bersambung

Ukuran Kiswah Ka'bah

Tinggi kain kiswah Ka'bah mencapai 14,5 m dan sepertiga bagian atas darinya ada sabuk kiswah, dan benang benangnya di cat dengan perak 99%, kemudian setelah itu dengan emas, panjangnya mencapai 47 meter dan lebarnya 95 cm, terdiri dari 16 potong. Di pintu Ka'bah terdapat kelambu yang disebut dengan "Al Burqu" diatasnya ada hiasan yang membedakannya dengan seluruh kain kiswah, tingginya 7,5 meter dan lebarnya 4 meter, dan awal kemunculannya adalah tahun 810 H.

Penggantian Kiswah

Kiswah Ka'bah diganti setiap tahun dengan kiswah yang baru, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah (pada saat hari arafah).

Adapun kiswah yang di dalam, awal kemunculannya adalah pada masa dinasti Abassiah, dan tidak diganti secara teratur. Dahulunya para Sulthan, Mamalik dan Raja raja dari dinasti Ottoman berusaha untuk mengirim kiswah paska pelantikannya, kswah dalam dan luar yang biasa dikirim tiap tahun. Dan pada masa Saudi sekarang ini, pabrik kiswah lah yang membuatnya, awal pemasangan kiswah bagian dalam dari hasil pabrik kiswah ini pada tahun 1403 H, dan diganti antara tiap 3-5 tahun, dipasang di separuh bagian atas dinding Ka'bah bersama atapnya dengan sutera alami berwarna hijau, dan tampak diatasnya tulisan berwarna putih.

Pabrik Kiswah Ka'bah

Pabrik pembuatan kiswah ini untuk pertama kalinya didirikan di Mekah atas perintah raja Abdul Aziz al Saud pada tahun 1346 H, sebelumnya kiswah datang dari Yaman, dan Mesir - dan pada tahun 1392 H raja Faishal bin Abdul Aziz memerintahkan untuk memperbaharuinya dan diresmikan kembali pada tahun 1397 H atau 1977 M.

Pabrik kiswah ini terletak di Om Jood di Mekah di jalan Jedah lama, berdekatan dengan kantor liga muslim sedunia. Pabrik ini dilengkapi dengan peralatan modern, dan diantara bagian terpentingnya adalah: Bagian Penjahitan, sabuk kiswah, pencelupan, pencetakan, bagian penenunan otomatis dan manual.

Selain memproduksi kiswah, pabrik ini juga membuat kelambu dalam dan kelambu kamar Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawarrah.
Powered by Blogger.