Masjid Jin

Satu setengah kilo meter ke arah timur laut Masjidil Haram terdapat salah satu mesjid yang bersejarah yaitu Masjid Al-jin atau Masjid Jin. Mesjid Jin berada di daerah Al-hujun dan sedikit ke belakang terdapat pekuburan Ma'la yang di batasi oleh deretan bangunan hotel-hotel untuk pemondokan jamaah haji. lebih kurang dua ratus meter sebelum Masjid Jin dari arah masjidil Haram terdapat pula sebuah Masjid As-syajarah yang berada di samping ring road fly ofer. Masjid ini dapat di tempuh 25 menit dengan berjalan kaki dari masjidil Haram.

Masjid Al-Jin yang berukuran 10x20 meter dan memiliki satu menara tersebut selalu ramai di kunjungi oleh jemaah haji ataupun jamaah umroh terutama jamaah dari negara Turki dan Mesir. Sama seperti mesjid-mesjid bersejarah lainnya mesjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran. Bangunan yang berdiri sekarang ini di bangun oleh Khadimul Haramain King Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud pada tahun 1421 H.

Masjid Jin

Masjid ini di beri nama Al-jin, karana ketika Nabi Muhammad Saw berjumpa dengan sekelompok mahluk jin kemudian Beliau membuat garis pembatas untuk salah seorang sahabatnya yaitu Ibnu Mas'ud ra di tempat tersebut, seraya berkata kepadanya, "jangan meninggalkan garismu.

(HR.Tirmizdi,no.2861,5/145. Dahulu masjid jin dikenali juga dengan nama masjid Haras (penjaga), para komandan penjaga kota Makkah di zaman dahulu, apabaila telah selesai berpatroli mengelilingi kota Makkah selalu singgah di mesjid ini dan tidak akan meninggalkannya hingga anak buahnya berkumpul untuk menyampaikan laporan keadaan keamanan kota Makkah.

 Dalam bangunan masjid banyak tertulis kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an surat Al-jin dari ayat 1-9. Di tempat inilah sekolompok jin yang berasal dari wilayah antara Syam dan Iraq yang akan mengadakan perjalanan menuju tihamah, kemudian berbaiat kepada Rasulullah Saw, setelah beliau memperdengarkan surat Ar-rahman kepada mereka. Para jin tersebut terpukau dan takjub akan firman Allah, yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Ada beberapa riwawat yang mengatakan jumlah jin tersebut berjumlah tujuh orang dan juga riwayat yang lain mengatakan mereka berjumlah sembilan orang ("wallahu 'aklam). Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian Rasulullah Saw.

Peristiwa berbaiatnya sekelompok jin tersebut, di abadikan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Ahqaf ayat 29-32.  "Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur'an. Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata : Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan,"(29).
"Mereka berkata :Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an) yang di turunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,"(30)
"Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih,"(31).
"Dan orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka itulah dalam kesesatan yang nyata,"(32).
Powered by Blogger.