Masjid Ji'ranah

Salah satu tempat miqot makani orang -orang Makkah adalah dari Ji'ranah. Ji'ranah berada di wadi Saraf (lembah Saraf) yang di kelilingi jajaran bukit-bukit berbatu yang tandus. Ji'ranah  merupakan  perkampungan arab badwi dan disinilah letaknya masjid ji'ranah yang sangat terkenal dikalangan jamaah haji ataupun jamaah umroh dari seluruh dunia.

Al-Ji'ranah atau lebih sering disebut dengan Ji'ranah, Ju'ranah atau Ja'ronah yang berjarak sekitar 28 km timur laut kota Makkah, Searah dengan jalan yang menuju  propinsi Thaif dan pada kilometer 14 belok kiri dari perkampung Mujahidin.

Sebutan Ji'ranah atau yang lebih dikenal dengan perkampungan Ju'ranoh di nisbatkan/di kaitkan dari nama seorang wanita tua yang selalu menjaga mesjid tersebut pada masa dahulu.

Masjid Ji'kranah  mampu menampung lebih dari seribu orang jamaah, dengan halaman yang cukup luas dan area parkir yang cukup luas mampu menanpung lebih dari ratusan bis dan kendaraan kecil lainnya. Akan banyak di temui para pedagang kaki lima keturunan Banglades atau Barmawi  yang berjualan di halaman depan masjid,  berbagai macam cenderamata dan lain sebagainya mereka dagang.  Masjid ini di lengkapi dengan fasilitas kamar mandi yang cukup luas akan tetapi di saat ramai, jamaah yang hendak mengganti pakaian dengan pakaian ihrom akan mengantri cukup lama.

Masjid Jaronah
Penulis berfoto dengan Jamaah di depan Mesjid Ji'ronah

Di samping kanan masjid terdapat sebuah sumur tua yang sekarang telah ditutup oleh kerajaan Arab Saudi, yang dahulunya sumur tersebut selalu di gunakan airnya bahkan di bawa pulang oleh jamaah haji yang konon katanya untuk dijadikan obat dan bisa mengobati berbagai macam penyakit (wallahu a'lam)

Masjid ini telah beberapa kali pemugaran dari zaman dahulu hingga sekarang. Dan pemugaran terakhir pada masa pemerintahan King Khalid bin Abdul aziz Al-Saud dengan dana pembangunan sekitar dua juta real. Masjid dengan luas 1.600 meter persegi tersebut menyatu dengan mesjid yang lama.


View Larger Map

Dalam kitab sejarah di ceritakan bahwa sumur (bir Taflah) merupakn salah satu mu'jizat Rasulullah Saw, dimana Rasulullah Saw bersama puluhan ribu sahabatnya setelah mendapat kemenangan dalam dua peperangan yaitu perang hawazin di Thaif dan peperangan Hunain, selama 13 hari Beliau singgah di sini untuk membagi-bagikan harta rampasan perang (baca Gonimah), ditempat tersebut tidak ditemukan sumber air, maka Rasulullahpun menancapkan tombaknya dan keluarlah air yang rasanya sangat tawar padahal sampai sekarangpun di daerah Ji'ranah sulit di temukan sumur yang rasa airnya tawar. Dan di tempat ini juga beliau bertemu dengan wanita yang menyusuinya ketika  Beliau masih bayi yang bernama "Halimatu Sa'diyah". Dalam kitab Sunan Abu Daud di riwayatkan dari Abu Thufail "Aku pernah melihat Nabi Saw sedang membagikan daging di Ji'ranah, tiba-tiba ada seorang wanita datang sampai dekat kepada Nabi Saw, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk wanita itu, lalu Ia (wanita itu) duduk di atasnya. Lalu aku bertanya, siapakah wanita itu? para sahabat menjawab, "Ia adalah ibu Beliau yang pernah menyusuinya".
Setelah membagikan-bagikan  harta rampasan perang Beliau dan para sahabatnya melaksanakan ibadah umroh dan mengambil miqot dari tempat tersebut.

Apabila jamaah ingin beziarah sendiri atau berdua, bertiga, dari Makkah dapat menggunakan taxi dengan tarif 70 real.
Powered by Blogger.