Masjid Tan'im

Tapal Batas tanah Haram sebelah utara tepat berada di depan mimbar masjid Tan'im. Masjid Tan,im atau sering disebut juga dengan nama Masjid Siti Aiysah ini, jaraknya dari masjidil Haram sekitar 6 km, searah jalan raya menuju Madinah. Diapit oleh dua buah gunung, yang sebelah selatan yaitu gunung Na'im dan sebelah utara gunung Mun'in dan lembah (wadi) tempat berdirinya masjid tersebut di namakan lembah Nu'man.

Masjid Siti Aisyah

Yang pertama kali membangun masjid tersebut adalah, Muhammad bin Ali Assyafi'ie. Dari masa ke masa masjid inipun sering mengalami pemugaran dan pembangunan terakhir di lakukan oleh  King Malik Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud. Masjid dengan luas 6000 meter persegi, dan luas keseluruhan 84.000 meter persegi tersebut mampu menampung 15 ribu jamaah dan pembangunannya menghabiskan dana sekitar 100 juta real. Untuk memudahkan jamaah yang akan mengambil miqot umroh, masjid ini di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap, tempat mengambil air wuduk dan toliet yang cukup luas, dan lapangan parkir yang mampu menampung ratusan bis besar dan kecil. Di samping kiri mimbar terdapat taman yang di tumbuhi rerumputan di jadikan sebagai taman (baca Hadigah dalam bahasa arab). Di sekeliling masjid banyak pedagang yang menjual kebutuhan yang di  butuhkan oleh jamaah seperti kain ihrom, ikat pinggang dll. Interior masjid yang menggunakan sentuhan interior modren tersebut dilengkapi dengan pendingin udara dan permadani yang empuk. Masjid  Tan'im mempunyai dua menara setinggi 50 meter, pada malam hari nampak lampu menara seperti mata kelinci dari kejauhan.

Jadi kapanpun jamaah ingin mengambil miqot untuk melakasanakan ibadah umroh dari sini masjid ini selalu terbuka 24 jam. Dan bis ataupun taxi selalu ada kecuali bis berwarna merah yang hanya beroperasi sampai jam 10 malam saja.

Tan'im merupakan miqot makani terdekat orang-orang Makkah ataupun orang yang telah bermukim di kota makkah. Dapat di tempuh dengan menggunakan bis reguler yaitu bis Satpco yang berwarna merah dengan tarif dua real. Dan tiga real jika menggunakan mini bis berwarna putih yang selalu parkir di belakang Hotel Daruttauhid yang bersebelahan dengan hotel hilton yang berada disamping masjidil Haram. Dan jika menggunakan taxi tarifnya 20 real. "Aisyah Aisyah,"Tan'im Tan'im umroh umroh (maksudnya masjid Siti Aisyah) yang terdengar dari suara khas arab badewi  menawarkan jasa bis angkutan akan selalu kita dengar di belakang hotel tersebut bahkan di depan-depan hotel tempat jamaah menginap.

Pada bulan Ramadhan masjid Siti Aisyah siang malam sangat ramai sekali oleh kaum muslimin yang akan mengambil miqot umroh, sehingga ketika menaiki bis terpaksa bersesak-sesakan. Pada bulan Ramadhan juga tarif bis atau taxi yang ke Tan'im naik 100% bahkan lebih, terutama pada sepuluh malam terakhir daripada bulan Ramadhan.

Pada tahun ke 10 H Rasulullah melaksanakan  Haji wada', ketika itu Siti Aisyah tidak dapat melaksanakan umroh karena uzur. Maka setelah selesai melaksanakan ibadah haji sebelum kepulangan ke Madinah Beliau meminta ijin kepada Baginda Nabi untuk melaksanakan ibadah umroh, kemudian Rasulullah memerintahkan Abdullah bin Abu bakar ra kakak kandung Siti Aisyah untuk menemani menghantar Beliau mengambil miqot dari luar tanah Haram yaitu Tan'im yang sekarang. Maka dari peristiwa inilah nama masjid tersebut di nisbatkan kepada nama Siti Aisyah itri baginda Nabi Muhammad Saw. (di sarikan dari kitab Hikayatus Sahabat)
Powered by Blogger.