Ziarah Ke Jabal Magnet

Madinah sebagai kota suci bagi ummat islam, banyak memiliki tempat-tempat bersejarah peninggalan masa permulaan islam. Tempat-tempat bersejarah tersebut menjadi salah satu tujuan untuk di kunjungi oleh jamaah haji ataupun jamaah umroh. Tidak cukup waktu sehari untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Madinah.

Travel haji dan travel umroh mengemas paket ziarah hanya satu kali perjalanan saja dan tempat-tempat yang akan dikunjungipun tempat-tempat yang utama yang ada kaitannya dengan perjalanan Rasulullah shallallaahi washallam. Seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain (masjid dua qiblat), masjid Sab'a (masjid tujuh). Selain dari tempat -tempat ziarah tersebut perjalanan ziarah di rangkaikan dengan berkunjung ke kebun kurma ataupun ke percetakan Al-qur'an.
Ziarah ke Jabal Magnet
Dan satu lagi tempat yang menarik untuk di kunjungi di luar kota Madinah yang sering membuat orang penasaran karena telah mendengar cerita daripada jaamah yang pernah datang ketempat tersebut, yaitu Jabal Magnet atau Manthiqa Baidha / Magnetic Hill yang berarti pegunungan magnet.

Jabal Magnet sebenarnya adalah kereasi orang Indonesia yang memberikan nama, orang Indonesia memang kereatif memberikan nama-nama tempat yang ada di Makkah Madinah dan Jeddah seperti nama pasar seng ,di Makkah sepeda Nabi Adam, kelereng Nabi Adam yang terletak di kota Jeddah. Orang arab menamakan Jabal magnet dengan sebutan Mantiqo Baidho/tanah yang keputih-putihan, dan  kalau dilihat dari kejauhan kawasan jabal magnet terlihat warna keputih-putihan.

Jabal magnet adalah merupakan kawasan peristirahatan atau rekreasi bagi sebagian orang-orang madinah pada malam jum'at atau malam sabtu tempat tersebut menjadi tempat yang ramai.

Jabal Magnet berjarak dari kota madianah 25 km dengan melewati jalan yang memutar ke arah gunung uhud. Tempat tersebut adalah merupakan dua barisan pegunungan yang membentang sepanjang 10 km dan di ujung barisan pegunungan seakan membentuk huruf U. Dan di ujung inilah pengunjung turun untuk berpoto-poto ria.

berfoto di magnetic hill

Semakin mendekati ujung pegunungan, pedal bis yang dikendarai bapak supir akan semakin berat seakan tertolak magnet alam yang ada di pegunungan magnet tersebut dan sebaliknya jika kembali dari arah akhir barisan pegunungan, bis atau kendaraan lain tidak perlu menekan pedal gas bahkan walau kendaraan tidak dimasukan gigi, maka kendaraan lambat laun bisa mencapai kecepatan 200 km/jam tanpa menginjak pedal gas - sungguh fenomena alam yang sangat luar biasa.

Di jabal magnet ada beberapa titik tertentu tempat terjadinya fenomena alam yang seoalah-olah ada daya tarik magnet di tempat tersebut.Titik yang sering menjadi tempat pembuktian atau memperlihatkan kepada para pengunjung adalah pada pertengan barisan gunung, ditempat tersebut  ada tanjakan sepanjang seratus meter dengan kemiringan tiga puluh derajat. Penulis sendiri sebagai pemandu/mutawif, biasanya  akan menunjukkan kepada para jamaah dan membuktikan fenomena alam tersebut. Bis di kondisikan dalam keadaan mesin di matikan. Jamaah akan melihat sendiri bis bergerak mundur dalam posisi menanjak dari kecepatan nol-sampai pada kecepatan 40km/jam. Kemudian pada pembuktian kedua, sebagian jamaah di suruh turun untuk melihat posisi jalan yang menanjak, lalu dengan menuangkan sebotol air aqua  di jalan aspal yang menanjak tersebut, perlahan - lahan air yang di tuangkan tadi akan bergerak menanjak ke atas melawan hukum gravitasi dan sifat air yang mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah.

Keadaan Jabal Magnet
Setelah jamaah selesai berpoto -poto ria diakhir barisan gunung yang pemandangannya sangat  eksotik maka semua jamaah naik bis untuk kembali ke kota madinah. Maka dalam perjalanan kembali inilah jamaah akan menyaksikan kembali pergerkan bis yang di tumpangi. Mutawif /pemandu akan menyuruh pak sopir mematikan mesin kendaraan atau menempatkan gear perseneling dalam posisi netral. Kendaraan mulai bergerak dari nol, terus naik 1km-5km-20km-40km-60km-100km-120km-140km-160km bahkan dalam kendaraan kecil bisa mencapai sampai pada kecepatan 200km/jam.

Sebagai pengetahuan saja, pada kecepatan tinggi dalam kondisi perseneling netral pada pertengahaan tahun 2012 pernah terjadi kecelakaan bis jamaah dari pakistan yang menyebabkan banyak jaamah yang meninggal dan terluka parah, sehingga area jabal magnet  ditutup lebih dari tiga bulan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Terlepas dari perbedaan pendapat dari beberapa tulisan dari berbagai media tentang jabal magnet, bagi para pembaca yang belum mengunjungi atau penasaran dengan tempat tersebut, jika anda datang ziarah ke Madinah dan travel anda tidak menyediakan paket ziarah ke jabal magnet,maka anda bisa menyewa taxi dengan tarif 150 real tentunya dengan tawar-menawar terlebih dahulu. Rumah Allah Travel tentunya memberikan pengalaman luar biasa dengan membawa semua jamaah ke tempat tersebut, anda bisa mengikuti program umroh bersama kami, sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang saat akan mengunjungi ke tempat ini. Harga Paket Umroh kami bisa dilihat di bagian Harga Paket Umroh 2014


Jabal Magnet dari Segi Geologi


Manthiqa Baidha adalah merupakan tempat endapan lumpur alkali dari ratusan juta tahun uyang lalu, yang muncul ke permukaan bumi dan menyambung dengan pegunungan vulkanik Harrah Rahat. Endapan lumpur zaman tua yang kini membentuk pegunungan tersebut bisa dilihat dari bentuk batu batu tua yang seakan tempat tersebut adalah merupakan tempat yang sudah sangat tua.

Jabal Magnet

Batu batu dalam pegunungan yang berwarna hitam, merah mengkilap itu tidak akan bisa anda temukan di tempat manapun. Seakan pemandangan mata kita dibawa ke zaman berabad abad sebelum masehi.

Batu tua dan besar yang merupakan batu yang telah terbentuk 10 juta tahun silam melalui proses "Makkah-Madinah-Nufud volcanic line" dimana rekahan tersebut terjadi pada saat terjadi erupsi vulkanik di sepanjang kawasan 600km persegi. Kawasan magnetic hill ini bersambung terus ke rekahan vulkanik Harrah Rahat, Harrah Ithnayn, Harrah Uwayrid dan Harrah Khaybar.
Powered by Blogger.