Ziarah ke Tempat kelahiran Nabi

Salah satu tempat bersejarah di sekitar Masjidil Haram adalah Tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tempat tersebut menjadi tempat tujuan ziarah bagi Jamaah haji ataupun jamaah umroh. Tempat kelahiran nabi tersebut selalu ramai di kunjungi oleh para tamu Allah setelah mereka selesai melaksanakan ibadah.

Tempat kelahiran Nabi tersebut jaraknya dari masjidil Haram sekitar dua ratus meter  ke arah timur dari pintu Babu Salam. Bangunan yang bercat warna putih tersebut berukuran kurang lebih 10x18 meter. Disamping kanan bangunan rumah yang berbentuk kotak layaknya seperti bangunan rumah orang arab pada umumnya, adalah tempat pengambilan air zam-zam bagi orang yang ingin mengisi air zam-zam dalam jumlah besar. Disamping kiri adalah jalan yang menuju terowongan ke arah mina. Seratus meter ke belakang bangunan terdapat terminal shutel bis jamaah haji ataupun umroh yang pemondokan / hotelnya berada di daerah Mahbas jin. Di samping kiri terdapat gudang kecil yang di gunakan untuk menyimpan barang-barang yang ada kaitannya dengan kelahiran Nabi. Bangunan yang menyatu dengan pelataran masjid tersebut terletak diantara dua buah kaki bukit yaitu bukit Jabal Qubeis dan bukit Jabal Anbiya.

Ziarah Ke Tempat Kelahiran Nabi

Dalam kitab sirah Nabawiah, dulunya tempat kelahiran Nabi di kenal dengan nama "Lembah Abu Thalib". Setelah Nabi Muhammad  berhijrah ke Madinah bersama sahabatnya Abu Bakar rumah Nabi di tempati oleh Aqil bin Abi Thalib dan keturunannya. Kemudian rumah itu dibeli oleh istri khalifah harun Ar-Rasyid dari dinasti Abbasiah. Bunda dari khalifah Harun Ar-Rasyid yang bernama Al-Kaizuran membangun sebuah masjid kecil di tempat itu. Pada tahun 1370 H / 1950 M pada masa pemerintahan King Abdul Aziz bangunan mesjid di robohkan, kemudian atas permintaan wali kota Makkah Syeh Abbas Qahthan ditempat kelahiran Nabi tersebut di bangun sebuah perpustakaan seperti yang ada sekarang ini. Tempat kelahiran Nabi tersebut sekarang lebih di kenali dengan nama "Maktabah Makkah Al- Mukarramah" (Perpustakaan Makkah Al-Mukarramah).

Di Maktabah ini dipajang kitab-kitab klasik, kitab-kitab fiqih dan manuskript tulisan tangan dari ulama-ulama Makkah. Bangunan yang di atas pintunya ini bertuliskan Maktabah Makkah Al-Mukarramah di jaga oleh beberapa petugas warga negara asli Saudi. Pengunjung akan di layani dengan ramah dan menjawab setiap pertanyaan jika ada diantara jamaah yang bertanya mengenai hal ikhwal tempat kelahiran Nabi tersebut. Dan petugas juga menegur pengunjung yang melakukan kesalahan. Diantara kesalahan yang di lakukan segelintir pengunjunng adalah, mengambil berkah dengan cara mengusap-usap dan mencium pintu dan tembok bangunan. Petugas akan bersuara keras "haram haram haram" (maksudnya tidak boleh) jika ada pengunjung yang berbuat demikian. Karena kebodohan dan lemahnya tauhid, mereka melakukan perkara yang di larang oleh syariat agama.

Satu-satunya bangunan bersejarah yang masih tersisa yang ada di sekitar masjidil Haram adalah, Tempat kelahiran Nabi yang sekarang di jadikan sebagai perpustakaan. Di belakang tempat kelahiran Nabi tersebut, sebuah bukit sedang di gerus untuk diratakan yang nantinya akan menjadi bagian dari dari masjidil Haram. Kedepannya apakah tempat kelahiran Nabi ini masih tetap wujud?
Powered by Blogger.