Bukit Shafa dan Marwa

Bukit shafa dan Marwa terletak di sebelah Timur Masjidil Haram, keduanya syiar agama dimana seluruh jamaah haji diharuskan mengerjakan sa’I atau berlari-lari kecil diatara dua bukit tersebut sebanyak tujuh putaran, keduanya merupakan anak bukit yag terletak di tengah-tengah kota Mekkah dan di kelilingi oleh rumah-rumah penduduk Mekkah, diantaranya Darul Arqam, Dar as-saib bin Abu al-Aidzi Dar Al-Khuld dan lain-lain.

Bukit Shafa berada dalam suatu rangakaian denagn Jabal Abu Qa’aiqa’an. Kedua gunung tersebut terkenal di kota Mekkah. Penagalaman Sa’i merujuk pada Nabi Ibrahim, Al-Qhurtubi menyebutkan alasan lain tentang penamaan ini, dia mengatakan dalam tafsirnya” Asal kata shafa secara etimologi berarti batu licin, Marwa juga nama sebuah bukit , disebut Shafa karena dulu Adam al-Musthafa pernh berdiri diatasnya, Sementara Hawa berdiri diatas Marwa sehingga dinamakan nama perempuan.

 
Bukit Shafa dan Marwa

Bathnul Waad yaitu kawasan yang terletak diantara Bukit Shafa dan Marwa (saat ini ditandai dengan lampu yang berwarna hijau) para jamaah pria disunahkan untuk berlari lari kecil, sedangakan untuk jamaah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa’I boleh dilakukan dalam keadaan tidk berwudhu dan oleh wanita yang dating haid atau nifas.Sebelum perintah ibadah haji dilaksanakan, Bukit Shafa dan Marwah telah menjadi saksi sejarah perjuangan seorang ibu dalam menyelematkan anaknya dari kehausan puluhan abad islam. Bukit Shafa dan Marwah tidak dapat dipisahkan dengan kisah istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar dan putra nya Ismail.
Seperti diketahui Nabi Ibrahim memiliki dua orang istri yakni Siti Sarah dan Siti Hajar, namun Siti Hajar timbul kecemburuan dalam diri Siti Sarah ia meminta kepada Nabi Ibrahim agar diantaranya segera dipisahkan, kemudian turunkah wahyu kepada nabi Ibrahim supaya ia bersamaa-sama denagn anak dan istrinya (ismail dan Hajar), di waktu itu Mekkah belum dihuni oleh manusia hanya merupakan lembah pasir daan bukit-bukit yang tandus tidak sumber air.

“Sesungguhnyan Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah “ Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa’I antara keduanya, dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha mengetahui.”(QS.Al-baqarah:2 :158)

Rasulullah SAW besabda : “ Mulaialah (kalian) dengan dimulai nama Allah” (HR.Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah )

Maksud dari pernyataan tersebut adalah dala melaksanakan Sa’I itu diantara Shafa dan Marwah. Menurut Syauqi Abu Khalil dalam buku Hadist, Marwaha adalah sebuah bukit kecil di Mekkah al-Mukarramah yang bersambung ke Bukit Shafa, merupakan bukit kecil yang landi kearah Al-Humrah atau menyambung ke Bukit Abu Qubais.
Powered by Blogger.