Masjid Ijabah

Tidak jauh dari dari masjid Nabawi  sekitar 580 meter dan berada  di pinggir ring road Malik Faisha(shariq sittin) ke arah timur laut terdapat Masjid Ijabah. Masjid yang dilapisi cat warna kerem tersebut berhadapan dengan mustassifa'k (rumah sakit)Al-Ansor yang selalu menjadi rujukan bagi jamaah haji tau jamaah umroh yang berobat ataupun rawat inap karena sakit. Masjid ini juga dulunya bersebelahan dengan kawasan Markaziyah(pusat perbenlanjaan) tapi semenjak dua tahun yang lalu yaitu pada tahun 2012 kawasan perbelanjaan tersebut di ratakan.

Luas bangunan masjid berukuran 1000 meter persegi dan 100 meter persegi di peruntukan untuk jamaah perempuan yang berada di sebelah sisi kiri. Di hiasi menara setinggi 6 meter dengan cat warna kerem. Berbeda dengan masjid-masjid di Arab Saudi pada umumnya.pada bagian paling atas dari menara masjid Ijabah ini tidak di hiasi dengan bulan sabit yang merupakan ciri khas  bentuk bangunan menara masjid di negara tersebut.
Pemugaran terakhir masjid ini di lakukan oleh King Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud pada tahun 1418 H/1997 M

Masjid ini dapat di lihat dari atas bis ketika jamaah yang hendak berziarah ke Masjid quba akan tetapi Masjid Ijabah bukanlah menjadi tujuan ziarah utama bagi jamaah haji atapun jamaah umroh yang menziarahi kota Madinah Al-Munawarah. Hanya sebagain kecil saja dari jamaah dari Indonesia yang mengetahui keberadaan masjid ini kecuali jika mutawif mengabarkan tempatnya saat melewati masjid tersebut di saat hendak ziarah ketempat yang telah ditetapkan oleh pihak travel.

Peziarah dari negara Turki,Irak, Iran, India dan  Banglades lah yang paling banyak dan sering mengunjungi masjid ini dan bahkan jika pada bulan ramadhan atau pada saat musim  haji,  jamaah dari negara-negara tersebut yang selalu memenuhi shaf sholat di Masjid yang bersejarah ini.

Kadang-kadang ada sebagian kecil dari jamaah yang berlebihan (ghuluw) dalam menziarahi mesjid tersebut dengan mengusap-usap bagian dinding bangunan masjid.

Masjid ini juga dulunya di kenal dengan masjid perkampungan Bani Muawiyah dari suku aus yang merupakan suku asli yang mendiami Madinah. Di masjid inilah dahulu ketika Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam melewati perkampungan Bani Muawiyah dan berdoa dalam masjid tersebut.

Dalam kitab hadist Shahih Muslim,"Amir bin Sa'dari meriwayatkan dari ayahnya,"Suatu hari Rasulullah datang dari Al-Aliyah Beliau melewati masjid Bani Muawiyah, Beliau masuk masjid dan sholat dua rakaat, kamipun ikut sholat bersama Beliau, Rasulullah berdoa lama sekali, lalu menuju kami,"Beliau mengatakan, Aku minta tiga hal pada Rabbku. tetapi hanya dua hal dikabulkan dan satu hal yang tidak di perkenankan. Aku meminta ummatku tidak dibinasakan dengan paceklik. Permintaanku pun dikabulkan. Aku memohon agar ummatku tidak di tenggelamkan, permohonannku pun dikabulkan. Aku memohon agar permusuhan antar ummatku tidak terjadi antara sesama mereka, tetapi permintaanku tidak dikabulkan." (shahih muslim 52.2890) 

Masjid Ijabah

Malik meriwayatkan dari Abdullah bin Jabir bin Atik, dia berkata,"Abdullah bin Umar datang kepada kami di Bani Muawiyah, dan bertanya,"Apakah kalian tau di mana  dulu Rasullah sholat di masjid kalian ini?"Aku menjawab, ya, Aku tahu. Beliau berkata,"beri tahu aku tiga hal itu,!Aku berkata, Rasulullah berdoa agar ummatku tidak dikalahkan oleh musuh dari golongan orang kafir, dan agar tidak di binasakan dengan paceklik, keduanya dikabulkan oleh Allah. Rasullullah juga berdoa agar tidak terjadi permusuhan antar sesama mereka, tetapi permohonan ini tidak dikabulkan, Ibnu Umar berkata "engkau benar,sehingga peperangan, fitnah berlangsung sampai hari kiamat.

Jika jamaah yng kebetulan hotelnya berada pada kawasan pintu Malik Fahd dan  hendak menziarahi Masjid Ijabah, Maka bisa di tempuh dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan taxi 5 real sahaja.
Powered by Blogger.