Pasar Tradisional di Makkah

Di zaman moderen sekarang ini pasar-pasar tradisional sulit di temui di negara-negara kaya seperti Arab saudi. Keberadaan pasar-pasar moderen seperti Mall dan hypermarket telah menjadi gaya hidup alias lifestyle di negara maju ataupun negara-negara kaya. Bahkan pasar modern tersebut telah lama merengsek mendekati dan menyatu dengan pelataran Masjidil Haram.

Maka jangan merasa kaget jika orang yang baru pertama kali datang ke Masjidil Haram tentunya jauh-jauh sebelumnya membayangankan bahwa berada di kota Makkah semua tempat serba sakral, akan tetapi begitu keluar dari pelataran masjidil Haram akan di temui mall yang menjajakan barang barang branded kelas dunia. Merek-merek yang lagi ngetren sekarang ini Mulai dari pakaian, jam tangan, kaca mata, parfum, sepatu dan tas dari kulit sampai kuliner dari merek ternama sepeti KFC,Mc Donald, Star bug semuanya ada di sini.
Pasar pasar modern yang berada di kota Makkah seperti Bin dawood, Top Ten, Bawazier,Bawarit, menguasai sektor retail dikota Makkah

Pasar Tradisional Mekkah

Di tengah keberadaan pasar moderen yang menjadi pilihan tempat berbelanja orang-orang Makkah maupun orang yang mengunjungi kota Makkah, masih wujud pasar tradisional yang tak jauh dari Masjidil haram. Hanya dengan menggunakan taxi dua real saja untuk sampai ke pasar tradisional tersebut.
Pasar yang  bersebelahan dengan pemondokan jamaah haji Indonesia (Bakhotmah) ini, sangat familiar di kalangan penduduk maupun mukimin Makkah.

Pasar Nakasah nama pasar yang tak asing di telinga Mukimin khususnya dari Indonesia. Tak ada bedanya dengan pasar-pasar tradisional di Indonesia, yang memliki aromanya khas dan becek. Pasar tersebut dipenuhi oleh pedagang-pedagang keturunan Barmawi (baca sekarang negara Myanmar), dan sebagian kecil dari keturunan Thailand (baca orang Makkah menyebutnya Pathoni).

Tidaklah susah untuk mencari bahan makanan selera lidah orang Indonesia hampir semuanya ada dipasar ini, mulai dari sayuran kangkung, bayam, daun kelor, terong, petai, jengkol, nangka muda, rebung, cabe rawit bumbu pecel , terasi, cobek dll. Soal harga tidaklah begitu mahal, satu ikat kangkung hanya 50 halala (baca cent). Untuk jenis beras cianjur dan beras pandan wangi menjadi beras pilihan yang paling di gemari oleh mukimin harganya lebih murah dengan beras dari negara lain.

Jenis buah-buahan dari derah tropis seperti pisang, nangka, pepaya, sirsak dll, ataupun buah dari negara subtropis hampir semuanya tersedia di pasar tersebut. Orang katakan, buah yang ada di indonesia dengan mudah di temui tetapi jenis buah yang ada di sini belum tentu ada di pasar-pasar di Indonesia.

Ikan segar, ikan asin, ikan beku, udang segar, ikan lele, ikan belut, ikan patin, ikan gabus dan masih banyak lagi jenis ikan lainnya, harganya cukup murah. Satu kilo udang ukuran sedang 10 real saja dan 20 real untuk udang ukuran besar. harga-harga ikan disini hampir sama bahkan boleh di bilang lebih murah dengan harga ikan yang ada di pasar Jakarta.

Disaat musim haji pasar ini menjual daging kambing dan daging unta dengan harga yang murah sekali jika di bandingkan dengan harga daging di Indonesia. Satu kilo daging unta hanya 15 real saja, harga tersebut selalu sama hampir selama lima tahun. Yang paling murah tentunya ayam pensiun hanya 5 real sahaja.

Untuk jenis sayur-sayuran banyak di datangkan dari Thaif yaitu suatu daerah dataran tinggi 90 km ke arah selatan kota Makkah, dan untuk sayuran lainnya datang dari Indonesia dan India. Dan
jenis ikan kering  kebanyakan di datangkan dari Myanmar dan Banglades

Pasar yang berada di bawah lereng bukit Nakasah ini mulai ramai di kunjungi setelah sholat dzohor sampai jam 12 malam dan mendekati waktu subuh di saat bulan Ramadhan. Dan ciri khas dari pedagang pasar ini adalah hampir semua pedagang yang ada disini mengunyah sirih bahkan sampai anak-anak remaja gemar mengunyah sirih. Tidak heran kalau jualan sirih laku keras sebagai barang dagangan. Satu lilitan sirih (baca Tambul) siap kunyah di bandrol dengan harga 50 halala (baca cent).

Di sisi timur sedikit ke atas bukit terdapat juga pasar kulakan kopiah yang di buka setiap hari rabu pagi. Kopiah-kopiah ini merupakan hasil karya dari penjahit-penjahit mukimin Indonesia yang kebanyakan  berasal dari daerah lombok, Banjar dan Madura. Kopiah putih ini banyak di jumpai di Mall yang ada di sekitar Masjidil Haram. Pasar grosir abaya juga besebelahan dengan pasar tersebut. Pakaian abaya merupakan hasil jahitan mukimin Indonesia ini Banyak sekali di jumpai dihampir seluruh toko-toko yang ada di kota Makkah.

Saat musim haji ada sebagian jamaah haji lebih senang berbelanja di pasar ini untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan ada juga yang memilih membeli hati unta untuk di keringkan.

Penulis sendiri yang rumahnya diatas bukit Nakasah ini lebih memilih untuk berbelanja di pasar tradisional Nakasah untuk segala macam keperluan dapur dll, karena selera lidah Indonesia. 

 

Powered by Blogger.