Sejarah Jazirah Arab

Jazirah arab merupakan wilayah Tanah Haram, wilayah islam pertama kemudian menjadi berkembang pesat menjadi pusat semua wilayah islam. Dari tempat ini memancar dan menyebar cahaya kenabian yang menghapus berbagai kebodohan pada masa itu. Turunnya anugerah nabawiyah di sana di sebutkan dalam sunah yang shahih berupa beberapa ke istimewaan hukum untuk wilayah Jazirah tersebut. Semua ini berfungsi untuk menjadikan wilayah landasan islam selama-lamanya.

Perlu kita ketahui, Jazirah Arab memiliki posisi yang sangat strategis di dunia, Keistimewaan tempat ini sebagai Tanah Suci Islam yang memiliki beberapa larangan yang tidak boleh di langgar supaya selamanya tidak berubah menjadi kekufuran. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dan kehendak Allah Yang Mah Kuasa dan Maha Bijaksana.


Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda ” Syetan merasa pesimis untuk disembah orang-orang yang melaksankan shalat di Jazirah Arab, akan tetapi ia harus berusaha untuk memprovokasi diantara mereka, “(HR.Muslim ).

Sejarah Jazirah Arab

Masa perkembangan Jazirah Arab, oleh agama Islam yang lahir dan tumbuh di tempat ini yang berada di kota Mekkah, agama ini pertama kali di bawa oleh Nabi Muhammad SAW sekitar abad ke-7 M. Pada awalnya agama islam sangat di tentang oleh masyarakat mekkah, terutama oleh para pemimpin suku Quraisy, menurut Ahmad Salabi lima faktor yang mendukung suku Quraisy menentang agama islam yaitu :

  1. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. 
  2. Nabi Muhammad SAW menyerukan persamaan ha antara bangsawan dan hamba sahaya (tidak adanya perbudakan ).
  3. Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.
  4. Patuh kepada nenek moyang merupakan tradisi bangsa arab.
  5. Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rezeki. 
Quraisy menjadi suku terkemuka di kota Mekkah sejak sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, suku ini menjadi beberapa kelompok kekerabatan yang terdiri atas keturunan nenek moyang, masing-masing memiliki tanggung jawab yang berbeda atas kota Mekkah dan Ka’bah. Beberapa suku Quraisy tidak suka dengan cara nabi Muhammad dalam mensyi’arkan agama Islam

Selain itu ada faktor-faktor yang mendorong cepatnya penyebaran agama islam di Jazirah Arab, Islam merupakan agama yang mengajarkan hubungan manusia dengan Allah SWT, Islam mengajarkan pentingnya dakwah menyebarkan agama Islam, Islam datang dengan sifat simpatik dan toleransi, tidak memaksa rakyat untuk mengubah agamanya. Kota Madinah merupakan titik perkembangan agama Islam, agama Islam kemudian menyebar hingga seluruh dunia, di kota itulah masyarakat Islam terbentuk sebagai kekuatan politik, Nabi Muhammad tidak berkedudukan sebagai peimpin agama saja, sebagai pemimpin masyarakat juga beliau bisa mengimbanginya dan patut dicontoh segala perbuatannya.
Powered by Blogger.