Amalan Berziarah ke Masjid Nabawi


Berziarah ke masjid Nabawi tidak disyariatkan untuk ihram dan talbiyah dikarenakan tidak ada hubungannya sama sekali antara ziarah ke Masjid Nabawi dan ibadah haji. Seandainya seseorang menunaikan ibadah haji tanpa menziarahi masjid tersebut maka hajnya syah-syah saja, namun Rasulullah SAW memotivasi kaum muslimin untuk melakukan peerjalanan ke masjid nabawi. Abu Hurairah menuturkan Nabi SAW bersabda,” janganlah kalian berniat melakukan perjalanan untuk mencari fadhilah shalat kecuali ketiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil aqsha”. (HR.al-Bukhari).

Mesjid Nabawi

Dari hadist diatas bisa dipahami bahwa ziarah ke Masjid Nabawi ini bukanlah termasuk syarat rukun, atau kewajiban haji, akan tetapi selama jemaah haji menempuh perjalanan yang panjang menghadapi rintangan, dia disuanahkan melakukan ziarah ke Masjid Nabawi, begitu pula shalat di dalamnya. Karena mungkin seseorang tersebut tidak akan dating lagi ke tanah suci Mekkah
.
Apalagi shalat di Mesjid Nabawi setara dengan seribu shalat di mesjid yang lainnya, Abu Hurairah menuturkan bahwa nabi Muhammmad SAW bersabda, “Satu shalat di masjidku (Masjid Nabawi) ini lebih bak daripada seribu shalat di masjd lainnya, selain Masjidil Haram”. (HR. al-Bukhari)

Ketika berkunjung ke Madinah jemaah haji hendaknya berniat berziarah, bukan semata-mata ingin berziarah ke maqam Nabi SAW, sebab perjalanan yang ditekankan bukan untuk ziarah kubur, tetapi berkunjung ketiga masjid diatas. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda” Jadikanlah rumah-rumah kalian sebagai tempat sebagai shalat kalian, dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan, “ (Shahih al-Bukhari).
Jemaah haji juga disunahkan mandi dan memakai pakaian yang bersih sebelum memasuki kota Madinah.

Ketika akan menuju Masjid Nabawi, hendaklah penziarah memperbanyak bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW selama dalam perjalananya. Dengan konsentrasi penuh untuk mengakui dan mengagumi kemuliaan Madinah dalam hatinya. Allah SWT telah menjadikan Madinah sebagai temapt masuk yang benar dan Madinah juga merupakan sebaik-baik bumi setelah Mekkah.

Jika mampu hendaknya para penziarah Masjid Nabawi melaksanakan shalat di Raudhah terletak antara mimbar dan kamar Nabi SAW, karena itulah afdhalnya, diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zaid al-Anshari mendengar Rasulullah SAW besabda “ Antara mimbar dan rumahku terdapat salah satu Raudhah.Apabila tidak mampu shalat di Raudhah maka peziarah bisa melaksanakan shalat dibagian masjid lainnya.
Powered by Blogger.