Baitul Maqdis Jerusalem


Jerusalem merupakan kota tua yang penuh cerita sejarah kontroversi sejak zaman purba hingga masa kini yang melibatkan tiga agama besar di dunia diantaranya yakni Islam, Yahudi dan Nasrani. Kontroversi tersebut berpusat pada satu titik di dalam kota Jerusalem yaitu Kubah As-Sakra atau Dome of Rock di dalam kawasan Masjidil Aqsa, yang mana di dalamnya terdapat batu besar.

Baitul Maqdis Jerusalem

Pendapat agama Islam di Masjidil Aqsa inilah Rasulullah SAW pernah melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Menurut agama Nasrani, Jacob (Nabi Yakub) pernah tidur di batu besar, yang kini berada dalam Dome of Rock tersebut, dan bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Nasrani pun meyakini bahwa di batu itulah tempat Abraham (Nabi Ibrahim) mengurbankan anaknya yaitu Ishak yang kita yakini anak yang diqurbankan merupakan Nabi Ismail dan tempatnya di Mekkah.

Dalam pembahasan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tidak akan terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya. Ada beberapa hadist dan ayat Al-Qur’an yang patut kita ketahui, seperti diantaranya, Abu Dzar ra berkata “Wahai Rasulullah, masjid manakah pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha” (HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar).

Sehingga dari hadist tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Masjidil Aqsa merupakan masjid atau rumah ibadah kedua yang dibangun di dunia setelah Masjidil Haram, Sementara Baitul Maqdis telah dibangun oleh Nabi Sulaiman pada masanya sebagai rumah ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah SAW bersabda. “Sesungguhnya , ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, beliau meminta kepada Allah SWT tiga perkara. yakni, meminta kepada Allah SWT agar diberiakn petunjuk dalam memutuskan hukum yang menepati hukumnya, lalu dikabulkan, dan meminta kepada Allah SWT dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang Nabi Sulaiman.

Masjidil Aqsha dan daerah sekitarnya mendapatkan petunujuk dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.Sementara kata “Aqsa” dalam Masjidil Aqsa berarti “jauh”. Jadi dapat kita simpulkan bahwa Masjidil Aqsa adalah masjid yang jauh, Masjidil Aqsha merupakan masjid yang diminta Rasulullah SAW kepada umatnya untuk dikunjungi tetntunya dalam hal beribadah, sebagaiamana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, beliau berkata dari Rasulullah SAW “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Baitul Maqdis adalah tempat dibangkitkan dan dikumpulkan setelah kiamat nanti, seperti diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad nya bahwa Maimunah, saudara perempuan Sa’ad dan pembantu Rasulullah SAW, berkata, Wahai Nabi SAW, berikanlah kami sebuah pernyataan tentang Baitul Maqdis.’ Nabi menjawab, ‘Dia adalah tanah tempat manusia dibangkitkan dan dikumpulkan.” (HR. Ahmad).


Powered by Blogger.