Hafar Abu Musa al-Asyari


Hafar menurut arti etimologi berarti tanah yang dikeluarkan dari lubang galian atau bisa disebut juga tempat yang digali seperti parit ataupun sumur. Oleh karena itu Abu Manshur menjelaskan ada beberapa hafar (perairan) di Negara Arab Saudi yang sering dikunjungi oleh setiap para jemaah haji maupun umrah dari berbagai penjuru Negara. Hafar tersebut diantaranya Hafar Abu Musa al-Asyari, dengan dinamakan demikian karena penggali sumur tersebut bernama Abu Musa al-Asyari yang terletak dijalur Bashrah menuju kota Mekah.

Hafar Abu Musa al-Asyari

Lokasi beberapa sumur ini terletak pada antara Mawiyah dan Manjasyaniyah yang merupakan air tawar. Permukaannya airnya sangat dalam, sehingga harus menggunakan tali yang panjang serta harus ditarik pada jentera setiap orang yang berkunjung ketempat tersebut. Selain itu ada lagi hafar Sa’d, dikatakan oleh Abu Ubaid as-Sakuni bahwa hafar Abu Musa airnya terasa segar dan terletak dijalan kota yang strategis yakni jalan menuju Bashrah dari arah ani-nibaj yang kebetulan saat ini termasuk provinsi al-Qushaim.

Bagi orang yang hendak menuju daerah Bashrah jarak antara Hafar dengan asy-Saji mempunyai jarak kira-kira sepuluh farsakh, suatu ketika Abu Musa sedang menggali sumur hafar ia berkata “ Tunjukanlah kepadaku lokasi untuk membuat sumur yang airnya dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang hendak melewati gurun pasir ini.”Orang-orang disekitarnya lalu menjawab “ Segeralah menumbuhkan pohon artha di antara anak sungai dan saluran air.”

Kemudian Abu Musa dengan segera menggali perairan hafar atau sumur yang diberi nama Hafar Abu Musa al-Asyari yang berjarak sekitar lima malam dari daerah Bashrah. Kemudian Abu an-Nahdir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘Haubajah’ yakni sebuah galian untuk menampung air yang mengalir dan setelah penuh airnya dapat digunakan secara bersama-sama.

Hafar ini terkenal dan bertambah popular setiap masanya, karena salah satu daya tarik wisata di bagian Negara Arab Saudi, Selain itu hafar tersebut menjadi terminal penting diantara terminal yang lainnyayang berada di jalur rute perjalanan haji dari daerah Bashrah menuju kota Mekah dan Madinah. Dari dahuku sampai sekarang Hafar ini menjadi mata air yang sering didatangi para Khalifah. Kemudian Abdullah bin Amir mengembangakn tempat ini dan menggali kembali mata airnya serta menanamkan beberapa pohon kurma di sekitar lokasi tersebut.
Powered by Blogger.