Jembatan Jamarat

Jembatan Jamarat merupakan proyek terbesar pada masa pemerintahan Abdullah bin Abdul Aziz yang meneruskan tekad untuk melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana untuk menjaga keamanan dan kemudahan para jemaah haji yang tiba di tanah suci.

Selain itu pembangunan jembatan ini bertujuan untuk mencari solusi atas kepadatan jemaah haji yang luas biasa saat melaksanakan lempar jumrah. Dari kasus kepadatan tersebut Raja Abdullah juga memerintahkan penambahan pembuatan terowongan dan jembatan agar kepadatan yang biasa terjadi dalam perjalanan dari kawasan Mina dapat terurai dengan lancar dan aman.

Jembatan Jamarat

Perubahan sedikit demi sedikit yang terjadi di kawasan Masaril Haram menjadi saksi dari perenan Raja Abdullah dalam masa pemerintahannya di kerajaan Arab Saudi. Pembangunan jembatan ini di maksudkan juga guna mengurangi korban jiwa akibat berdesak-desakan saat pelaksanaan kegiatan melempar jumrah. Proyek ini termasuk proyek yang begitu besar karena anggaran yang telah di keluarkan mencapai empat miliar riyal Saudi Arabia. Raja Abdullah meresmikan selesainya jembatan tahap pertama ini pada tanggal 9 Dzulhijjah 1427 H.

Jembatan Jamarat ini mempunyai panjang kurang lebih satu kilometer yang terdiri dari empat lantai, dan belum termasuk lantai dasar dan lantai yang berada di bawah tanah. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi merencanakan membbangun sebelas pintu masuk serta dua belas pintu untuk keluar, jarak masing-masing pintu tersebut jaraknya berjauhan sehingga tidak akan terjadi penumpukan jemaah haji yang melaksanakan lempar jumrah. Pembangunan letak pintu tersebut diatur dengan sedimikian rupa sehingga hasilnya akan memudahkan laju gerak seluruh jemaah haji.

Lantai jembatan bawah tanah di bangun khusus untuk lantai darurat, yakni untun penempatan tim kesehatan, kendaraan ambulance, serta tersedian tim pelayanan kesehatan jemaah dan terletak tempat penampungan bekas kerikil-kerikil batu lempar jumrah. Seluruh bagian jembatan Jamarat ini juga dilengkapi dengan kamera CCTV yang di teempatkan di berbagai sudut, dan di lengkapi juga dengan alarm, penerangan yang memadai serta pengatur suhu ruangan AC.

Setelah jembatan ini selesai, jembatan tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar lima juta jemaah haji setiap harinya. Pembangunan tahap yang pertama telah di selesaikan dan siap digunakan pada musim haji tahun 1427 Hijriah. Jembatan ini terdiri dari bagian bawah tanah, lantai dasar, serta lantai satu. Setelah itu bangunan tahap keduan telah di selasaikan pada musim haji 1430 hijriah yang mencakup pembangunan lantai ketiga di jemabatan Jamarat dan akhirnya jembatan ini dapat di sempurnakan pada musim ibadah haji tahun 1431 Hijriah.


Powered by Blogger.