Keistimewaan Madinah an-Nabawiyah


Keistimewaan kota Madinah an-Nabawiyah merupakan kota tertua yang berada di Negara Kerajaan Arab Saudi. Oleh karena itu para sejarawan menyebutkan awal berdirinya kota Madinah yakni pada suatu kelompok generasi ke lima dari keturunan Nabi Nuh as. Sebagaimana Allah SWT telah menjadikan Madinah sebagai tempat masuk yang benar, Allah SWT berfirman “Dan katakanlah (Muhammad), ‘Ya Rabku masukan akau ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (Pula) aku ke tempat keluar yang benar…” (QS. Al-Isra 17:80).

Keistimewaan Madinah

Madinah juga dikatakan sebagai Tanah Haram sebagaimana telah ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW “Madinah itu Tanah Haram dan aman”. Ada beberapa larangan serta anjuran ketika memasuki kota Madinah baik dari jemaah haji maupun orang yang mempunyai kepentingan lain diantaranya, diharamkan membawa senjata dengan tujuan berperang atau membunuh, begitu pula dengan kota Mekah al-Munawwarah.

Diharamkan juga mengambil barang temua, kecuali barang tersebut tengah diumumkan hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh agama, serta diharamkan juga berburu dan mengejar hewan buruan yang terdapat di kota Madinah. Selain itu diharamkan juga untuk menebang pohon dan memotong rumput yang berada di sekitar kot Madinah, larangan ini berlaku bai bagi orang sedang melakukan ihram maupun bagi orang yang tidak berihram serta diharamkan juga memindahkan bebatuan maupun tanah yang berada di kota Madinah mupun Mekah keluar tanah haram.

Menurut pendapat beberapa ahli tafsir bahwa kota Madinah telah di ifdhafahkan kepada Allah SWT, sebagaimana di dalam firman Allah SWT menyebutkan “Bukankah bumi Alla itu luas sehingga kalian dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu”. (QS. An-Nisa 4:97). Oleh karena itu Allah SWT memilih kota Madinah sebagai tempat hijrah, tempat tinggal, serta tempat wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran agama islam merupakan tempat yang berada di kota Madinah, keinginan besar Rasulullah SAW dan para sahabat untuk wafat di kota ini supaya dipandang dengan baik untuk dipanjatkan do’a-do’a oelh setiap kaum muslimin yang berziarah ke tempatnya. Kota Madinah juga memiliki bannyak nama yang menunjukan sesuai dengan kemuliaannya dan keistimewan kota tersebut, Diantaranya Madinah dijuluki dengan nama Thaibah dan Thabah yang berarti baik dan subur, hal ini merupakan bentuk yang dimuliakan oleh Allah SWT terhadap kota yang dicintai Rasulullah SAW. Serta di dalam kitab taurat, kota Madinah disebut sebagai Mu’manah, Mahbubah, dan marhumah.

Orang-orang yang berhijrah ke Madinah sebelum Fathu Mekah diharamkan untuk kembali ke kota Mekah untuk tujuan bermukim, seperti yang telah ditetapkan dalam jumhur ulama, akan tetapi diberikan keringanan untuk tinggal kembali di kota Mekah selama tiga hari setelah melaksanakan ibadah haji. Terdapat perbedaan pendapat untuk memulai dari Mekah atau Madinah bagi orang yan hendak melaksanakan ibadah haji. Dahulu sebagian sahabat memulai dari Madinah ketika hendak melaksanakan ibadah haji.




Powered by Blogger.