Keunggulan Kaum Quraisy


Allah SWT telah memberi beberapa keitimewaan kepada kaum Quraisy yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelum maupun sesudahnya. Allah memberi keunggulan kepada kaum Quraisy karena Rasulullah SAW berasal dari kalangan mereka, kenabian muncul di tengah mereka, penjagaaan Ka’bah ada di tangan mereka merupakan pelayanan Ka’bah dan pengaturan pemeliharaannya untuk orang yang memegang kuncinya.

Quraisy merupakan nama sebuah kabilah atau suku, mereka adalah anak keturunan an-Nahdhir bin Kinanah. Semuan keturunan bani nahdir merupakan orang-orang yang berasla dari Quraisy, tetapi tidak bagi keturunan bani kinanah. Pendapat lain mengatakan bahwa orang quraisy adalah anak keturuna Fihr bin Malik bin an-Nahdir. Oleh karenannya, orang yang tidak terlahir dari keturunan Fihr bukanlah kaum Quraisy.Pendapat yang paling shahih dan lebih tepat yakni quraisy merupakan kembali berkumpul setelah tercerai berai, kata at-taqrisy artinya berkumpul dan bersatu, hal tersebut dikutip dari ucapan seorang penyair “Saudara-saudara kami telah mengumpulkan dosa-dosa pada kami yakni pada masa sekarang dan pada masa lampau”.

Keunggulan Kaum Quraisy

Allah SWT telah memberi kelebihan kepada kaum Quraisy yang tidak diberikan kepada seoarng pun sebelum maupun sesudahnya, Allah ,memberi keunggulan kepada kaum quraisy karena berasal dari kalangan mereka, bahwa kenabian muncul di tengah mereka, penjagaan ka’bah dan pengaturan pemeliharaannya untuk orang yang memegang kuncinya.

Pertama kali kunci ka’bah di pegang Bani Abduddar kemudian beralih kepada Bani syaibah berdasarkan dari Rasulullah SAW. Setelah itu urusan tersebut dipegang oleh Alu al-Abbas, baik masa dan sesuidah islam datang. Nasab sadanah Ka’bah yang mulia sekarang ini berakhir sampai sahabat Syaibah bin Utsman bin Abi Thalhah Radhiallahu Anhu. Ia telah masuk Islam pada Fathul Makkah. Ini menurut riwayat yang paling shahîh. Ia mempunyai keutamaan shuhbah (menemani Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ) dan periwayatan hadist dari Rasulullah SAW. Mereka adalah tempat penghormatan dan pemuliaan sebagaimana riwayat-riwayat yang menunjukkan tentang hak-hak mereka. Mereka senantiasa dimuliakan dan dihormati oleh para penguasa muslim secara umum. Keberadaan mereka senantiasa menjadi bagian dari mukjizat Nabi SAW yang memberitakan kepada ummatnya tentang hal itu dengan perkataan Nabi SAW.

Kisah perpindahan kunci Ka’bah diceritakan oleh Nizar Asy-Syayyi: “Sadanah beralih ke tangan kami sejak masa kakek kami yakni kushai dan berpindah di antara anak-anaknya Abdiddar yang dia mempunyai 5 anak laki-laki. Dia tidak keluar pada musim dingin dan musim panas, lalu saudara-saudaranya mencelanya karena hal itu. Ketika bapaknya (Kushai) mendengar celaan mereka ia berkata: “Demi Allah, aku akan memprioritaskan kamu daripada mereka.” Lalu bapaknya tersebut memberinya hak memberi minum (para pengunjung) Ka’bah, kepengurusan sadanah, kepemimpinan dan musyawarah, pertolongan dan bendera perang. Ketika saudara-saudaranya datang mereka berkata kepadanya: “Sesungguhnya engkau telah mengambil semua kemuliaan dan engkau tidak meninggalkan sedikitpun untuk kami.” Lalu dia berkata: “Ambillah semuanya, kecuali sadanah (juru kunci ka’bah) dan kepemimpinan yang mana dia adalah pemimpin Quraisy.

Powered by Blogger.