Kewajiban Haji Sebagai Kaum Muslimin


Kewajiban Haji bagi seseorang yang menganut agama muslim atau islam hukumnya wajib hingga pada akhir kiamat nanti khususnya wajib bagi setiap muslim yang mampu dan hanya melaksanakan sekali dalam seumur hidup. Di dalam tafsir al-Qhurthubi menerangkan “ Bahwa Mekah merupakan kota yang suci, serta kesuciannya di agungkan oleh Allah SWT,maksud dari penjelasan tersebut bahwa kota Mekah sebagai tanah suci yang aman, disana terdapat beberapa larangan diantaranya tidak boleh saling membunuh, menzhalimi, berburu, dan menebang pohon sembarangan.

Kewajiban Haji Sebagai Kaum Muslimin

Penafsiran keterangan di atas telah dikuatkan dengan hadist Rasulullah SAW yang disampaikan pada saat khutbah tahun Fathu di kota Mekah, “ Wahai manusia, sungguh Allah telah menjadikan Mekah sebagai tanah Haram di hari dia menciptakan langit dan bumi, dengan demikian statusnya tetap suci hingga hari kiamat. Pohonnya tidak boleh di tebang dan hewan buruannya tidak boleh diburu”.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, seluruh penduduk Mekah telah dianjurkan untuk bertaqwa kepada Allah SWT, kemudian beliau menceritakan bahwasannya dulu pengurus Baitullah adalah Kabilah Thasm, tetapi pada saat itu mereka malah mengabaikan dan tidak mengagungkan kesuciannya, maka akibat darei semua itu Allah SWT mereka, Oleh karena itu kita sebagai kaum muslimin harus bias mengagungkan dan menjaga kesucian Baitullah.

Salah satu do’a nabi Ibrahim di hadapan Baitullah berbunyi “ Ya Tuhan kami, perlihatkanlah kepada kami manasik (cara-cara dan tempat ibadah haji), malaikat Jibril pun turun dan membawa nabi Ibrahim as untuk memperlihatkan manasik kepadanya dan menghentikannya di perbatasan tanah haram. Dari riwayat diatas bahwa manasik atau cara-cara ibadah haji yang benar sudah di terapkan sejak jaman Nabi Ibrahim yakini menjalankan rukun ibadah haji seperti ihram, thawaf, sa’i, dan bertahallul. Serta ada beberapa syarat yang harus dimliki oleh umat muslim untuk berhaji diantaranya, beragama islam, dewasa atau baligh, mempunyai akal yang sehat, merdeka dan mampu melaksanakan haji dari segi fisik maupun finansial keuangan.

Dari sisi lain juga al-Fakihi meriwayatkan melalui Ibnu Abbas “ Sesungguhnya nabi Ibrahim as menancapkan sesuatu yang tegak sebagai ciri dari batasan tanah haram yang diperlihatkan malaikat Jibril kepada nabi Ibrahim. Semua riwayat sepakat dengan pendapat ini bahwasannya nabi Ibrahimlah yang memasang tanda batasan Tanah Haram. Tanah Haram memiliki sejumlah tapal batas dari empat sisi perbatasannya yang masih kokoh berdiri huingga sampai saat ini.




Powered by Blogger.