Maqam Ibrahim


Maqam Nabi Ibrahim merupakan sebuah batu tempat berdiri saat pembangunan ka’bah ketika dinding sudah makin tinggi. Nabi Ibrahim naik keatasnya, sedangkan Ismail mengambil dan menyerahkan batu kepada ayahnya. Sedangkan,nabi Ibrahim meletakan batu di tangan untuk meninggikan dinding ka’bah. Sesudah menyelesaikan satu dinding, dia pun beralih ke dinding yang lain, beliau berkeliling dis eputar ka’bah dan berpindah dari satu dinding lain hinhgga ka’bah selesai dibangun. Jejak telapak kaki Ibrahim jelas terlihat dalam batu, bahkan bangsa Arab Jahiliah sudah mengenalnya, pama Nabi SAW Abu Thalib, mengatakan dalam syairnya “ Tempat berpijak Ibrahim di atas batu masih basah, dibawah telapak kakinya yang telanjang, tidak beralas”.

Maqam Ibrahim

Melalui sejumlah sanad shahih, al-azraqi , meriwayatkan bahwa dulu pada masa Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar posisi maqam berada di tempat yang sama seperti sekarang. Setelah itu terjadi banjir di masa khalifah Umar. Batu tersebut terseret air hingga bagian bawah kota Mekkah. Maqam itu dibawa kembali ke ka’bah dan diikatkan kepada kiswah ka’bah. Kemudian umar menetapkan untuk meletakannya di posisi semula dan sekelilingnya berdiri beberapa bangunan.

Maqam Ibrahim merupakan jejak agung yang tetap dipelihara oleh Allah SWT sepanjang masa, sejak zaman Ibrahim hingga sekarang, bahkan sebagian sejarawan pernah mengungkapkan bahwa tiodak ada suatu umat selain umat islam, suatu jejak yang senantiasa dijaga Allah SWT sepanjang masa, seperti Hajar Aswad dan maqam Ibrahim. Keduanya akan tetap terjaga dalam lindungan Allah SWT untuk rumah Nya yang suci sampai hari kiamat.

Orang pertama yang menghiasi maqam merupakan Khalifah al-Mahdi al-Abbasi , karena maqam merupakan jenis batu yang mudah rapuh, al-Mahdi khawatir maqam Ibrahim akan hancur berkeping-keping. Beliaupun mengalokasikan seribu dinar untuk pemeliharaannya, dengan anggaran tersebut dia menghiasi maqam agar lebih kuat dari bagian bawah hingga atas. Pada masa pemerintahan Khalifah al-Mutawakil ditambahkan emas pada hiasan maqam Ibrahim tersebut, hal ini terjadi pada permulaan tahun 236 H.

Pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz, penutup maqam Ibrahim di buat dari tembaga yang dilapisi emas, Kristal, serta kaca. Bagian paling atas dibuat mirip kubah setengah lingkaranyang dilapisi kaca Kristal yang kokoh. Diantara keutamaan ataupun kelebihan Maqam Ibrahim adalah, bagi dijadikan tempat menunaikan ibadah solat. Al-Quran telah merakamkan keutamaan ini seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 125 yang bermaksud “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat solat”.

Dan keutamaan Makam Ibrahim memiliki beberapa keutamaan yaitu sebagai tempat salat sunah setelah jamaah menunaikan Tawaf tujuh putaran dan sebelum menuju bukit Sofa dan Marwah. Sebelum dan sesudah salat sunah dibelakang Makam Ibrahim terdapat doa khusus sebelum kita memanjatkan doa sesuai keinginan. Tempat ini pula menjadi keutamaan umat Islam karena menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT selain Multazam dan Hijir Ismail.
Powered by Blogger.