Masjid as-Sajdah (as-Syukr)


Masjid as-Sajdah berjarak 900 meter dari utara Masjd Nabawi, Masjid ini memilki banyak nama, diantaranya Masjid as-Syukr. Dinamakan demikian karena Rasulullah SAW pernah bersujud syukur di tempat itu ketiak mendap[at kabar gembira dari malaikat Jibril, bahwa Allah SWT akan memberiakn rahmat serta keselamatan kepada orang yang mengucaokan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW. Hal tersebut disebutkan dalam hadist Masyhur yang diriwayatkan dari Adurahman bun Auf.

Sekarang masjid tersebut terkenal dengan nama Masjid Abu Dzar, akan tetapi penelitiu sejarah kota Madinah Dr. Tanudhab mengungkapkan bahwa penamaan masjid yang terletak di jalan Abu Dzar ini dengan nama Masjid Abu Dzar merupakan kesalahan yang fatal, karena nama masjid itu sebenarnya yakni masjid as-Sajdah atau as-Syukr. Dengan dinamakan demikian karena Rasulullah SAW pernah bersujud lama saat shalat di masjid ini hingga sebagian sahabat menyangka beliau tekah wafat.

Masjid as-Sajdah

Melihat pentingnya sejarah, masjid tersebut dipugar luas dengan gaya arsitektur modern pada masa kerajaan Arab Saudi, luasnya mencapai kurang lebih182,2 m. Serta pada pilarnya terdapat menara yang indah, di masjid tersebut selalu ramai untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu.

Al ala bin Abdurahman meriwayatkan dari ayahnya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda “Seseorang yang bershalawat kepadakuy sekali, Allah SWT akan bershalawat kepadanya sepulu kali”. Serta Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan Ibnu Asakir, dari Sa’id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Atha’ bin Yasar. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Adi dan al-Kathib di dalam kitab Tarikh-nya, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa al-Walid bin ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Mata tombak kami lebih tajam daripada tombakmu, lidah kami lebih lancar daripada lidahmu, dan anak buah kami lebih banyak daripada anak buahmu.” ‘Ali menjawab: “Tutup mulutmu. Sesungguhnya engkau orang fasik.” Ayat ini (as-Sajdah: 18) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut yang menegaskan bahwa orang fasik tidak sama dengan orang Mukmin.

Riwayat lain juga mengungkapkan Dari al-Bazzar yang bersumber dari Bilal. Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu ‘Abdullah bin Syabib. Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai isya. Maka turunlah ayat ini (as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.
Powered by Blogger.