Masjid at-Takwa


Masjid at-Taqwa merupakan masjid peniggalan ketika Rasulullah SAW melaksanakan hijrah. Saat Nabi SAW singgah di Quba yang tepatnya terletak di desa bani Amr bin Auf. Beliau tinggal bersama penduduk desa tersebut selama empat hari. Selama disana beliau telah mendirikan sebuah masjid yang dinamakan at-Takwa. Pada hari Jum’atnya Allah SWT menuntun beliau keluar dari wilayah tersebut.

Masjid at-Takwa

Ibnu Khasanah telah menyebutkan bahwa ketika masjid tersebut telah dibangun, Rasulullah SAW adalah merupakan orang yang meletakan batu pertama yang sesuai dengan arah kiblat masjid tersebut. Kemudian dilanjutka oleh Abu Bakar dan Umar yang meletakan batu di samping batu Abu Bakar tersebut.

Masjid at-Takwa ini merupakan masjid yang pertama di bangun sepanjang sejarah islam. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman yang berkaitan dengan masjid ini dan termasuk penghuni masjid ini “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa . Sejak hari pertama adalaah lebih pantas engkau melaksanakan shalat didalamnya. Didalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri.” (QS.at-Taubah 9:108)

Pendapat lain mengatakan bahwa masjid ini didirikan atas dasar takwa, Abu said al-Khudri bahwa ketika di tanya tentang masjid yang didirikan atas dasar takwa tersebut adalah sebagaimana Rasulullah SAW menjawab “Inilah masjidnya”. Namun dalam riwayat hadist juga menyebutkan bahwa beliau telah menjawab dan berkata “Didalam masjid lain juga terdapat banyak kebaikan.”

Sementara itu ketika sudah turunya QS.at-taubah tersebut Rasulullah SAW bertanya kepada bani Amr bin Auf, “Bagaiman cara kalian bersuci supaya dipuji Allah SWT?”Mereka menjawab dengan cara bersuci dengan air setelah bersuci dengan batu. Belaiupun bersabda “Itulah yang benar bersucilah dengan cara demikian”.

Kedua hadist di atas telah menjelaskan bahwa masjid yang di bangun atas dasar takwa merupakan unkapan dari “sejak hari pertama” mengacu kepada Masjid Quba. Oleh sebab itu pembangunan masjid ini diawali pada hari pertamaa sejak kedatangan Rasulullah SAW ke wilayah hijrahnya. Sementara itu tanggal tersebut merupakan tanggal pertama saat penanggalan tahun Hijriah yakni sesuai dengan tibanya Rasulullah SAW besertta Abu Bakar pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, tahun ke-13 sejak Rasulullah SAW diangakt menjadi Rasul.

Menurut sebagian Ulama, hal ini sesuai dengan ketentuan Allah SWT bahwa hari tersebut akan menjadi hari pertama di dalam kalender Hijriah. Ada juga sebagian ulama yang mengatakan bahwa disini Mudhafnya dilepaskan . Mudhaf yang dilepaskan tersebut merupakan pembangunan pada hari pertama, akan tetapi yang lebih kuat dan meyakinkan adalah pendapat pertama dari para Ulama yang sesuai kepada isi kandungan al-Qur’an dan hadist Rasulullah shalalluhu alaihi wasallam.

Powered by Blogger.