Memerangi Bid’ah Masa Abdul Aziz


Memerangi bid’ah pada masa kerajaan Raja Abdul Aziz pada saat itu memang lagi menyebar luas ke seluruh penjuru. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berdakwah untuk meluruskan masalah tersebut, beliau juga pada sati itu mendapat dukungan penuh dari Raja Muhammad bin Sa’ud yang menyatukan antara kekuatan daakwah dengan kekuasaan.


Dakwah Syaikh tersebut merupakan kekuasaan yang didukung juga oleh Raja Abdul Aziz sebagai pihak dari pemerintah Arab Saudi. Beliau mempunyai cita-cita ingin mengembalikan lagi kewiban Negara yang berada di kawasan Jazirah Arab, sekaligus ingin menegakan kembali al-Qur’an sebagai dasar hukum umatnya serta as-Sunnah yang menjadi pelengakapnya. Raja Fahd mengatakan gambaran sosok seorang Raja Abdul Aziz seperti pribadi yang kuat memegang keimanan dan aqidahnya, beliaupun berpegang teguh menjaga dan menjelaskan agama islam yang seutuhnya.

Pada waktu itu Raja Abdul Aziz pernah berceramah di depan para jemaah haji di kota Mekah dan mengatakan “Ibadah hanya boleh dilakukan kepada Allah SWT. Ibadah tidak boleh di lakukan untuk mendekati seorang raja ataupun demi kecintaan pada salah seorang nabi yang diutus. Serta sebagai dasar penjelasannya Allah SWT berfirman “ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Kalimat tauhid diatas telah menjelaskan serta hal yang mutak dari Allah SWT, yang menerangakan bahwa harapan, kekuatan dan cita-cita hanya boleh dilakukan untuk beribadah kepada dzat Yang Maha Suci. Serta Rasulullah SAW hanya di utus untuk menyebarkan agama yang sesungguhnya dan tujuan akhirnya dapat mengesakan nama Allah SWT, tentunya dengan cara bertaqwa yakni melaksanakan segala perintah kewajibannya dan menjauhi segala hal yang menjadi larangan-Nya.

Raja Abdul Aziz juga menjelaskan sekaligus meluruskan kepada masyarakatnya bahwa dalam suatu hal pendirian bangunan di atas pemakaman para orang-orang salih, para sahabat dan keturunan Rasulullah SAW merupakan suatu hal yang salah dan harus segeraa dibenarkan. Oleh sebab itu bangunan yang ada di atas makam pada saat ini haus di bongkar, penjelasan ini berdasarkan dengan riwayat Rasulullah SAW mengatakan melarang mendirikan bangunan diatas pemakaman atau kubur. Beliau juga menganjurkan alangkah lebih baiknya makam dibuat dalam keadaan rata, serta tidak terdapat benda atau hal apapun yang berkaitan dengan suatu barang yang lebih tinggi diantara kiri dan kanan pemakaman tersebut. Berbagai cara telah dilakukan oleh Raja Abdul Aziz untuk menegakan agama Allah SWT serta untuk menegakan ajaran Rasulullah SAW terutama dalam hal pembenaran yang dikatakan bid’ah pada masa pemerintahannya.
Powered by Blogger.