Meminta Perlidungan di Multazam


Multazam berarti suatu tempat untuk berdo’a dan meminta perlindungan dari Allah SWT, dengan demikian karena multazam senantiasa dijadikan sebagai tempat berdo’a setiap jemaah haji maupun umrah. Multazam berada diantara Hajar Aswad serta hampir berdekatan dengan pintu ka’bah. Panjang multazam sekitar dua meter.

Meminta Perlindungan di Multazam

Menurut sebagian ulama, setiap para jemaah yang melakukan thawaf boleh berhenti di Multazam, Syaikh Islam Ibnu Taimiyah mengatakan “Do’a yang diucapkan saat hujan turun, perang bercamuk. Adzan, setelah shalat, sujud, berpuasa, bepergian, dan saat dianiaya akan mudah terkabul ". Semua ini berdasarkan hadist dari Shahin beserta Sunan. Dengan demikian do’a seseorang akan dikabulkan jika dipanjatkan dari Masyair Muqaddas yakni tempat-tempat yang suci seperti Arafah, Muzdalifah, Mina dan tempat lain yang berada di kota Mekkah.

Jika para jemaaah berkunjung ke multazam yang terletak antara hajar aswad dan pintu ka’bah maka segeralah memanjatkan do’a, meminta ampunan kepada Allah SWT. Hal tersebut sebaiknya dilakukan sebelum melaksanakan thawaf wada, namun pada awalnya berdo’a di Multazam tidak harus dilakukan saat thawaf wada atau thawaf yang lainnya. Tetapi bisa dilkukan kapan saja.

Berdo’a dengan hati yang tulus di Multazam merupakan hal yang mustajab dengan ketentuan serta izin dari Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda” Multazam adalah tempat berdo’a yang paling mustajab, tidak seorangpun hamba Allah yang berdo’a ini tanpa terkabul permintaannya”. Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada Nabi Adam yang bunyinya” Wahai Adam kau telah berdo’a dengan beberapa keinginan serta permintaan. Dan siapapun dari anak-anakmu yang memanjtakan do’a, pasti aku hilangkan keserakahan dan kesedihanya”.

Selain Multazam Masjidil Haram juga merupakan tempat yang mustajab untuk berdo’a, semuanya di kembalikan lagi kepada kita antara sungguh-sungguh atau tidak dalam memanjatkan do’anya. Dimanapun jemaah berdo’a dalam kawasan Masjidil Haram, dan tidak membuat dosa serta maksiat maka Allah akan mengabulkan segala permintaaan umatnya.

Kita sebagai umat muslilm wajib meyakini bahwa setiap do’a yang dipanjatkan kehadirat Allah SWT akan dikabulkan namun cepat atau lambatnya do’a kita semuanya dikembalikan lagi atas kehendak Dzat Yang Maha Kuasa, sebagaimana Allah berjanji dalam al-Qur’an “Berdoa’alah kepadaku, niscaya aku kabulkan “. Berdo’a yang baik tentu sangat sulit semuanya dikembalikan kepada masing-masing hati nurani dan niat dalam meminta pertolongan ataupun memohon ampun kepada Allah SWT.
Powered by Blogger.