Menara Adzan Masjid Nabawi

Pada masa Nabi SAW, sebelum ada syariat adzan, muadzin Rasulullah menyeru kaum Muslimin dengan seruan, “Ash-Shalatu jami’ah (mari shalat berjemaah). Kaum muslimin pun segera berkumpul. Adzan baru disyari’atkan ketika arah kiblat dipindahkan ke ka’bah. Rasulullah SAW sangat memperhatikan masalah adzan ini.

Menara Adzan Masjid Nabawi

Pada saat itu sebagian kaum muslimin mengusulkan agar ada media guna menyeru orang-orang untuk shalat berjamaah, sebagian lain juga mengatakan Terompet dan lonceng. Ketika bilall mengumandangkan adzan, ummar bin khattab mendengar seruan itu dari rumahnya. Beliaupun segera pergi menemui Rasulullah SAW sembari menjuluirkan rida’nya. Umar berkata “Wahai Nabi Allah, demi dzat yangt telah mengutusmu dengan benar, aku telah bermimpi yang dialami Abdullahbin Zaid” Mendengar itu Rasulullah SAW berkata” Segala puji bagi Allah, hal itu lebih menguatkan”.


Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair, dari seorang wanita Bani Najjar yang berkata, “Rumahku adalah bangunan paling tinggi di sekitar masjid. Setiap pagi, Bilal mengumandangkan adzan Subuh dari atas rumahku. Pada waktu sahur, Bilal datang. Lalu dia duduk di rumah menunggu fajar. Ketika sudah melihat fajar, dia menegakkan badannya kemudian berdoa, ‘Ya Allah, sungguh aku memuji Mu dan meminta pertolongan Mu dari kaum Quraisy untuk menegakkan agama Mu.’ Setelah itu dia mengumandangkan adzan.

Para ahli sejarah menyebutkan bahwa dulu Bilal mengumandangkan adzan di atas tiang di rumah Abdullah bin Umar. Bilal naik ke tangga ketujuh tiang itu di samping Masjid Nabawi. Dari uraian di tgersebut menjadi jelas bahwa kebutuhan untuk mengumandangkan adzan dari tempat tinggi mendorong kaum muslimin di Madinah memindahkan adzan dari atap masjid ke atap rumah sekitar masjid yang lebih tinggi. Kemudian mereka kembali menggunakan atap masjid dengan menambah ketinggiannya. Setelah itu, mereka membangun menara adzan yang berbeda-beda ketinggiannya.

Orang yang pertama kali mendirikan menara adzan adalah Umar bin Abdul Aziz diatasa bangunan Masjid Nabawi yang diperluas oleh al-Walid bin Abdul Malik, beliau membuat menara adzan di setiap pilar masjid Nabawi.

Katsir bin Hafs mengatakan “ Salah satu dari empat menara adzan menghadap ke rumah Marwan al-Hakam yakni rumah singgah Bani Umayah ketika mereka datang ke Madinah.Tatkala Sulaiman bin Abdul Malik melakukan ibadah haji, ia melihat muadzin di menara itu bisa melihat keberadaanya. Sulaimanpun memerintahkan untuk merobohkan menara adzan tersebut dan menyemaratkan dengan atap masjid, pada akhirnya masjid Nabawi hanya memiliki tiga menara adzan.

Powered by Blogger.