Nikmatnya Ibadah di Tanah Suci


Tanah suci merupakan tujuan utama umat muslim untuk beribadah, berduyun-duyun dari seluruh penjuru dunia menuju satu tempat,seolah ada daya tarik megnetis dari sebuah titik. Tak ada seorang muslim yang tidak ingin menunaikan ibadah haji disana, padahal untuk bisa menuniakan ibadah haji ini meraka harus menunggu denag waktu yang cukup lama dan jarak yang sangat jauh. Bahkan di Indonesia untuk bisa berangkat haji, seseorang harus menunggu giliran saampai beberapa tahun dan sesampainya disana mereka harus berdesak-desakan dengan Jemaah haji lainnya dari seluruh penjuru dunia.

Nikmatnya Ibadahdi Tanah Suci

Sesulit apa dan sepayah apapun mereka tetap menuniakan ibadah haji ini,saat kembali kekampung halaman, mereka pasti ingat dan merindukan untuk bisa kembali ke tanah suci.Inilah ibadah haji yang kesulitan di dalamnya justru mengundang kerinduan untuk kembali menunaikannya.

Alangkah nikmatnya jika perpaduan antara kesulitan dan kerinduan itu didasari dengan pengetahuan yang cukup tentang semua syarat, rukun, dan ketentuan-ketentuan lainya, disertai pengenalan tempat dan pelaksanaan haji seperti Arafah, Muzdalifah, Multazam, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim serta yang tempat yang lainnya.

Masih banyak kaum muslimin, khususnya calon Jemaah haji yang belum memperoleh informasi dan penjelasan yang cukup tentang pelaksanaan ibadah haji, simbol-simbol, dan rambu-rambu yang akan mereka akan temui di tanah suci.

Banyak unsur yang mengikat yang perlu kita ketahui dari situs website ini khusunya, yang dapat membuat ibadah haji kita lebih bermakna. Selain beribadah kita jujga harus bisa menapak tilas sejarah perjalanan haji Rasulullah SAW dan generasinya. Dengan mendalami makna ibadah haji, kita bisa sama-sama menjadi haji yang mabrur dan di ridhoi oleh Allah SWT.

Sahal bin Saad meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda” Setiap muslim yang bertalbiyah turut bertalbiyah pula bersamanya bebatuan, pepohonan, atau tanah keras yang ada diantara kanan kirinya, sehingga bumi bergetar disana-sini”. (HR. at-Tirmidzi). Haji merupakan rukun yang agung yang berkaitan denag para Nabi ataupun Rasul, sejak jaman nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad SAW.

Pembangunan ka’bah merupakan bentuk penghormatan terhadap kesucian kota Mekkah, ka’bah menjadi saksi dakwah para nabi dan rasul, ialah yang menyambut panggilan Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji yang agung ini. Allah berfirman” Serulah manusia untuk mengerjakann haji, niscaya mereka akan datang kepadamu denagn berjalan kaki, ataupun mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS. Al-Hajj 22:27).

“Labbaik Alluhumma labbaik, La syarika laka labbaik. Innal hamda wani’mata laka mulka, la syarika lak” Aku penuhi panggilan-Mu, segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.




Powered by Blogger.